GROBOGAN.NEWS Semarang

Gus Yasin Minta Seluruh Kepala Daerah di Jateng Diminta Perbaharui Data Kemiskinan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen saat membuka Masa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jateng Tahun 2022, di ruang rapat gedung A lantai 2, Rabu (10/2/2021). Ist

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kepada seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah, untuk melakukan pembaruan verifikasi hingga validasi data kemiskinan dan pengangguran.

Hal itu disampaikan saat acara Pembukaan Masa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jateng Tahun 2022, di ruang rapat gedung A lantai 2, Rabu (10/2/2021). Menurutnya, langkah itu harus diambil agar bantuan dari pemerintah bisa tepat sasaran.

Baca Juga :  Pelantikan Kepala Daerah, Kutipan Pidato Bung Karno “Kekuasaan Hanya Milik Rakyat” Dikumandangkan

“Data kemiskinan harus kita perbaiki, harus kita validasi lagi, termasuk mana saja yang terdampak dan yang perlu kita dorong. Saya berharap kepada kepala daerah di 35 kabupaten dan kota untuk memberi arahan kepada penanggung jawab pendataan angka kemiskinan, khususnya di pedesaan,” jelas Gus Yasin, sapaan Wagub.

Ditambahkan, upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran pada 2020 penuh dengan tantangan. Hal ini karena adanya wabah Covid-19 yang menyebabkan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Jawa Tengah tidak sesuai target.

Baca Juga :  Dalam Dua Pekan, 35 Kabupaten/Kota di Jateng Bebas dari Zona Merah Covid-19

“Di tahun 2019 kita sudah bisa menekan, mengeluarkan, dan mewisuda masyarakat yang ekonominya di bawah rata-rata. Tapi sekarang memasukan lagi warga-warga rentan miskin,” kata Wagub.

Sementara itu, Pj Sekda Jawa Tengah Prasetyo Aribowo menyebutkan, penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu isu strategis pembangunan Jawa Tengah 2020. Isu strategis lainnya seperti peningkatan kualitas sumberdaya manusia, dengan memperhatikan daya dukung lingkungan dan kelestarian sumberdaya alam.

Baca Juga :  Jalan Tol di Jateng Harus Diupayakan Terbebas dari Banjir

“Mempertimbangkan isu strategis tersebut, maka pembangunan Jawa Tengah tahun 2022 diarahkan kepada peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat, didukung penguatan daya saing ekonomi dan SDM (sumberdaya manusia),” jelas Prasetyo. Satria