GROBOGAN.NEWS Solo

Sempat Oranye, Status Sragen Kembali Merah! Jumlah Meninggal Covid-19 Sudah Capai 225 Orang

ilustrasi Corona

SRAGEN,  GROBOGAN.NEWS – Sebenarnya, status Kabupaten Sragen sempat berubah menjadi oranye dalam beberapa waktu kemarin. Namun, kondisi tersebut berubah drastis menjadi merah tetkala terjadi lonjakan jumlah pasien pisitif Covid-19.

Tercatat, Kabupaten Sragen kembali masuk zona merah Covid-19, setelah satu pekan sebelumnya masuk ke zona oranye.

Tingginya lonjakan kasus positif dalam sepekan terakhir, kembali membawa Sragen ke tangga keterpurukan di zona merah.

Status merah membara itu diketahui dari hasil evaluasi zona ini dilakukan setiap satu pekan sehari di hari Kamis. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto.

“Seminggu yang lalu kita di zona orange, tapi pekan ini zona merah tipis. Evaluasi zona dilakukan setiap hari Kamis setiap pekannya,” paparnya, Jumat (15/1/2020).

Baca Juga :  Kasus Positif Covid-19 di Sukoharjo Masih Menanjak, Tembus 4.770 Kasus, 325 Orang Meninggal

Hargiyanto menjelaskan setidaknya ada 14 indikator penentu zona di Kabupaten/Kota. Namun yang paling dominan ialah angka kesembuhan, kematian dan angka terkonfirmasi Covid-19.

Di Sragen sendiri, selama sepekan terakhir, angka kesembuhan cukup tinggi. Namun jumlah kasus positif juga makin meroket tak terkendali. Setiap hari jumlah warga yang positif bertambah di kisaran 50 hingga 80 orang.

“Dengan mereka yang dirawat masuk ke rumah sakit. Yang lain mungkin statis penambahannya, seperti penambahan tempat tidur pasien Covid-19 dan lain-lain,” lanjut Hargi.

Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan angka kasus Covid-19 selama tiga hari terakhir masih tinggi.

Baca Juga :  Berawal dari Pulang Tak Pakai Celana Dalam, Misteri Perkosaan oleh Pendekar Silat di Sragen Itu Terbongkar

Tiga hari terakhir penambahan kasus mencapai 59, 89 hingga 90 kasus per hari. Yuni mengatakan penambahan tersebut merupakan hasil tracing yang dilakukan dua pekan belakangan.

“Kenapa tiga hari ini masih tinggi, karena hasil tracing yang dilakukan selama dua minggu belakang memang masih sangat tinggi. Hasil tracing baru keluar sekarang jadi menumpuk,” katanya.

Hasil itu dikatakannya baru turun pekan ini, mengingat begitu banyak hasil swab test yang dikirim ke UNS maupun RS Moewardi Surakarta, sehingga menumpuk.

Data per Jumat (15/1/2021) petang pukul 15.00 WIB, jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 3.848. Dirawat 468 orang, sembuh 3.241 dan meninggal dunia sebanyak 139 orang.

Baca Juga :  Air Merah Darah di Pekarangan Warga Tawangsari Sukoharjo Bikin Heboh Warga

Sementara jumlah total warga yang meninggal sudah mencapai angka 225. Rinciannya, 139 positif, 83 suspek dan 3 probabel.

Sementara untuk hasil pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan, Yuni begitu berharga angka kasus Covid-19 bisa turun.

Sementara untuk pemantauan PPKM dalam hal ini satgas terus dilakukan tracing hingga testing. Dengan adanya PPKM hingga 25 Januari mendatang, diharapakan setelahnya masyarakat terbiasa dengan prokes.

Bahkan saat ini bukan lagi 3M tetapi 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/01/masih-mau-ngeyel-hari-ini-status-sragen-masuk-zona-merah-covid-19-lagi-penambahan-kasus-terus-ugal-ugalan-jumlah-warga-meninggal-sudah-225-orang/