GROBOGAN.NEWS Semarang

Gubernur Ganjar Meminta Pemkab Kendal Segera Buat Regulasi Khusus PPKM

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan keterangan kepada para awak media. Ist

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Bupati Kendal, Mirna Annisa segera melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Sebab dari 35 Kabupaten kota di Jateng, hanya Kendal yang belum membuat regulasi khusus mengatur PPKM di daerahnya.

“Saya harap Kendal segera menerapkan karena ini bagian dalam menjaga kesehatan masyarakat dan agar Covid-19 bisa segera tertangani. Beberapa daerah seperti Batang, Jepara juga sudah oke,” kata Ganjar Pranowo, Senin (18/1).

Baca Juga :  Dua Tempat Relokasi untuk Para PKL Kali Es Telah Disiapkan

Dia mengapresiasi sejumlah Bupati Wali Kota yang dengan kesadarannya ikut memberlakukan PPKM.

Padahal, beberapa daerah itu di luar yang ditunjuk untuk melakukan pengetatan.

Terkait dampak PPKM selama seminggu ini belum begitu terasa. Namun sampai saat ini masih ada peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Tengah.

“Beberapa kegiatan masyarakat yang sifatnya berkerumun sudah mulai berkurang. Maka ini harus didorong terus, tidak boleh abai protokol kesehatan. Pokoknya, dalam seminggu terakhir ini sampai tanggal 25 Januari, pengetatan harus terus dilakukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kondisi Rumah Pompa di Kota Semarang Dipantau Khusus Gubernur

Pada awal-awal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diberlakukan sempat terjadi sejumlah gesekan di antara masyarakat dengan aparat. Untuk itu, pihaknya telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan aturan kesepakatan agar semua bisa melaksanakan PPKM dengan baik.

“Kalau yang dagang ada kesepakatan bersama, boleh sampai pukul 21.00, tapi take away. Jam 19.00 WIB harus tutup dan tidak boleh ada yang di warung. Solusi-solusi ini kami buat untuk mengakomodir kepentingan bersama,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ruas Jalan Pantura di Kaligawe Masih Tergenang Banjir, Sepeda Motor dan Mobil Pribadi Diimbau Lewat Jalur Alternatif  

Sementara itu, Pj Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo mengatakan, selama PPKM berlangsung, semua daerah terus melakukan pengetatan-pengetatan terhadap kegiatan-kegiatan masyarakat.

“Ada 2.756 total pelanggar yang diberikan tindakan. 1.308 diberikan peringatan, dan sebanyak 688 tempat usaha dilakukan penutupan,” terang dia. Kahlil