GROBOGAN.NEWS Semarang

Penerapan Skema Pembelajaran Langsung Belum Bisa Dipastikan, 199 Sekolah Ajukan Proposal KBM Tatap Muka

Ilustrasi pembelajaran tatap muka dengan mengedepankan disiplin protokol kesehatan secara ketat. Ist

KENDAL, GROBOGAN.NEWSSebanyak 199 lembaga pendidikan di Kabupaten Kendal telah mengajukan proposal pengajuan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Seluruh proposal telah diterima Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal.

Proposal tersebut berisi daftar periksa sekolah yang disusun guna memenuhi pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, menguraikan, sebanyak 199 proposal yang telah ia terima merupakan pengajuan dari tingkat Paud hingga SMP sederajat.

“Rinciannya, 108 proposal dari SD swasta dan negeri, 41 proposal dari SMP, dan 50 proposal dari Paud, TK, dan KB. Total yang telah mengajukan proposal (guna memenuhi pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19)  sebanyak 199 lembaga,” terang dia, kemarin.

Dijelaskannya lebih detail, Wahyu mengaku tidak membatasi jumlah proposal yang diajukan sekolah untuk mendukung rencana kegiatan belajar mengajar tatap muka dalam suasana pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Dalam Tiga Pekan, Angka Penuluran Covid-19 di Jateng Turun

“Pada prinsipnya, Disdikbud Kendal terus mendorong satuan pendidikan untuk terus menyiapkan sarana dan prasarana KBM tatap muka manakala dibuka kapan saja,” jelas dia.

“Tentunya dengan memperhatikan situasi perkembangan Covid-19 di Kendal serta kesiapan sekolah itu sendiri,” sambung dia.

“Beberapa proposol sudah diajukan kepada kami. Kemudian, dilakukan verifikasi apakah sudah lengkap dengan standarisasi yang berlaku, baru dilakukan visitasi untuk memastikan apakah sesuai apa yang ada di proposal dengan fakta lapangannya,” imbuh Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan, isi daftar periksa sekolah yang diajukan sudah ditetapkan sebelumnya dengan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri terbaru meliputi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Seorang Anggota DPRD Kendal Wafat Akibat Tersambar Kereta Api

Proposal yang telah diajukan harus dilakukan visitasi oleh tim Disdikbud secara bertahap hingga akhir Januari. Dengan harapan, sekolah yang lolos verifikasi proposal hingga visitasi lapangan akan diajukan ke Satgas Covid-19 Kendal untuk mendapatkan izin melakukan simulasi KBM tatap muka di sekolah pada awal Februari mendatang.

Bagi sekolah yang tidak lolos, tetap melangsungkan pembelajaran jarak jauh dengan memaksimalkan media internet atau dalam jaringan (daring).

Sementara bagi sekolah yang mendapati siswanya tidak bisa mengikuti pembelajaran daring, bisa menggunakan metode luar jaringan (luring) dengan memberikan tugas tanpa harus tatap muka.

“Kami terus dorong satuan pendidikan agar bersiap manakala Pemerintah Daerah sudah mengizinkan pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Moh Toha menyatakan, proses pembelajaran di Kabupaten saat ini masih dilakukan secara jarak jauh.

Baca Juga :  Resmi Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Moh Toha juga belum bisa memastikan kapan KBM tatap muka bisa diujicobakan kembali mengingat perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Kendal tak kunjung melandai.

Terlebih, kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang kabarnya bakal diperpanjang.

“Saat ini, yang jelas pendidikan tetap jarak jauh,” jelasnya.

“Kami belum bisa menjanjikan apakah pembelajaran tatap muka di Kendal nantinya bisa dimulai pada Februari,” terang dia.

“Meskipun bakal dilangsungkan vaksinasi Covid-19 tahap pertama, namun sasarannya masih orang-orang yang tidak terlalu berpengaruh pada dunia pendidikan. Meliputi tenaga kesehatan, jajaran Forkopimda, dan juga tokoh agama atau masyarakat,” sambung dia.

“Beberapa pertimbangan lain untuk menunda KBM tatap muka dikarenakan kasus corona di Kendal terus mengalami lonjakan. Sehingga berisiko jika pembelajaran tatap muka dipaksakan berjalan selagi potensi penularan virus Covid-19 masih tinggi,” tandasnya. Purwanto