SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan tidak terburu-buru dan gegabah melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah mulai Januari 2020. Demikian ditegaskan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar sebelum dilaksanakan pembelajaran tatap muka perlu digelar rapat evaluasi dan peraturan ketat serta penerapan kedisiplinan protokol kesehatan. Hal itu menyusul munculnya klaster SMK Negeri Jawa Tengah.

“Jateng punya pengalaman belajar tujuh sekolah (simulasi tatap muka) baik, kemudian naik 36 (sekolah) baik, akan tetapi ada satu sekolah seperti itu. Jateng tak tergesa-gesa buka sekolah rame-rame. Kita ikuti perkembangan Covid-19. Kita akan ketat membuat SOP dan peraturan, jika harus lakukan tatap muka,” ujarnya, seusai memimpin Rapat Penanggulangan Covid-19, Senin (7/12).

Dikatakan oleh Ganjar lebih detail, saat ini 151 siswa SMK Negeri Jateng yang terpapar Covid-19 sedang diisolasi. Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan tracing kepada kontak erat siswa.

Ganjar menduga, asal paparan Covid-19 berasal dari pengajar. Oleh karenanya, ia mewanti-wanti guru untuk melapor ketika hendak bepergian.

Halaman:
‹‹   1   2   3   Baca Selanjutnya ›   ››   All