GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Rumah Orangtua Mahfud MD di Pamekasan Digeruduk Massa, Polda Jatim Sebut Terkait Pemanggilan Rizieq Shihab oleh Polisi

Tangkapan layar video massa geruduk kediaman orangtua Mahfud MD di Pamekasan, Selasa (1/12/2020). Foto: Instagram

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS Sebuah video beredar media sosial menampilkan sekelompok massa yang mendatangi sebuah rumah yang disebut merupakan kediaman ibunda dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada Selasa (1/12/2020).

Dalam video berdurasi 28 detik itu tampak massa yang mayoritas mengenakan pakaian putih berkumpul di depan sebuah rumah. Puluhan orang tersebut datang dengan menumpang sejumlah truk.

Terdengar teriakan orang-orang tersebut memanggil nama Mahfud MD. Perekam video juga menyebut bahwa rumah tersebut adalah kediaman milik Menko Polhukam. “Rumah Mahfud MD yang di Madura, Pamekasan, digerebek massa,” kata pria dalam rekaman video.

Baca Juga :  Budiman Sudjatmiko Ditunjuk Jadi Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V, Inilah Yang Akan Dilakukan

Terkait peristiwa pengepungan tersebut, Kepolisian Daerah Jawa Timur membenarkan bahwa telah terjadi aksi massa yang mendatangi kediaman ibunda Mahfud MD. Polisi menyebut aksi tersebut berkaitan dengan pemanggilan Rizieq Shihab oleh Polda Metro Jaya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, massa ini sebelumnya menggelar unjuk rasa di kantor polisi.

“Penyampaian pendapat di Polres terkait dengan pemanggilan pemeriksaan HRS (Rizieq Shihab) di Polda Metro Jaya,” kata Trunoyudo seperti dikutip Tempo.co dari Antara, Selasa (1/12/2020).

Trunoyudo mengatakan, aksi massa ke rumah Mahfud MD di Pamekaasn tersebut tidak berlangsung lama karena polisi langsung membubarkan massa yang berkumpul.

Baca Juga :  PMI: Tiap Hari di Indonesia Butuh 200 Pendonor Plasma

“Kapolres langsung turun membubarkan, hanya berlangsung 5 menit, (massa) sudah kembali naik kendaraan masing-masing,” kata Trunoyudo.

Ia mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi demi terjaganya situasi kondusif di Jawa Timur. “Untuk menjaga iklim kondusif wilayah Jatim, masyarakat kami imbau untuk tidak terprovokasi apa pun. Ayo jogo Jawa Timur,” kata dia.

Sementara itu, dalam video yang juga banyak dibagikan melalui aplikasi pesan tersebut, turut menyertakan narasi yang menyebut bahwa aksi pengepungan kediaman Mahfud MD di Pamekasan dilakukan oleh ormas Front Pembela Islam (FPI).

Terkait tudingan itu, Ketua FPI Jawa Timur Mahdi al-Habsyi membantah bahwa anggotanya menggeruduk rumah Menko Polhukam. Menurut Mahdi, tidak ada laporan dari FPI Pamekasan soal itu.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Tiga Klaster Ini Sebagai Sasaran Pencegahan Korupsi

“Ini tidak benar, sebab tidak ada laporan ke jajaran pimpinan FPI Jawa Timur. Yang saya tahu itu dari masyarakat, bukan FPI,” kata Mahdi saat dihubungi.

www.tempo.co