GROBOGAN.NEWS Semarang

Langgar Protokol Kesehatan, 13 Orang Terjaring Razia Diganjar Sanksi Bersihkan Makam

Para pelanggar protokol kesehatan yang terjaring razia protokol kesehatan dikenai sanksi sosial bersih-bersih Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sompok Kesambi, Senin (14/12). Foto : Kahlil Tama

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Penegakan disiplin protokol kesehatan di Kota Semarang terus digencarkan.

Kedisiplinan masyarakat Kota Semarang dalam mematuhi disiplin protokol kesehatan (prokes) terus ditingkatkan.

Hal itu dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah ibu kota Jawa Tengah ini.

Personel gabungan dari Satpol-PP kota Semarang, TNI dan Polri melaksanakan operasi yustisi Prokes di jalan Sompok Kecamatan Semarang Selatan, tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sompok Kesambi, Senin (14/12).

Kegiatan tersebut digelar sejak pukul 08.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penertiban penggunaan masker kepada pengguna jalan raya, baik itu pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintasi jalan tersebut.

Baca Juga :  Baznas Kota Semarang Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Bagi para pelanggar yang terjaring langsung melakukan rapid test yang dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Para pelanggar yang tidak menggunakan masker dikenakan sanksi menyapu dan membersihkan area makam Sompok Kesambi.

Kasatpol PP kota Semarang, Fajar Purwoto kepada para awak media, mengatakan, untuk jumlah pelanggar yang terjaring razia kali ini sudah menurun.

Namun demikian, meskipun mengalami penurunan jumlah pelanggar, Fajar meminta kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan cara mentaati Prokes dan melaksanakan 3 M dengan baik.

Baca Juga :  Realiasasi APBD 2020 Capai 97,93 Persen,  Lebih Tinggi dari Serapan Tahun 2019

“Jumlah pelanggar dalam kegiatan operasi masker hari ini berjumlah 13 pelanggar. 5 orang disanksi penyitaan KTP dan 8 orang disuruh buat surat pernyataan,” terangnya.

Fajar menuturkan lebih lanjut, dalam kegiatan tersebut para pelanggar juga dilakukan Rapid Tes. Hasilnya, dari 11 orang yang melakukan Rapid Tes, 1 orang dinyatakan positif reaktif dan langsung diarahkan untuk dilakukan uji swab.

Fajar juga menyampaikan terima kasih kepada warga masyarakat Kota Semarang.

“Jadi kami sudah operasi yang ke-60 kali, sejak 16 September yang gabungan itu ya. Total ada 2441 pelanggar, reaktifnya 60 tapi yang reaktif Alhamdulillah semuanya sudah Swab mereka negatif, jadi mereka tidak ada masalah,” terang dia.

Baca Juga :  Rumah Sakit Di Jateng Tingkatkan Layanan Vaksinasi, Tindaklanjut Instruksi Gubernur Ganjar

“Yang reaktif langsung diserahkan ke Puskesmas untuk Swab ulang dan kita monitor,” sambung dia. Kahlil Tama