GROBOGAN.NEWS Umum Pantura

Dampak Pandemi, Penerimaan PAD Sektor Perikanan di Batang Belum Capai Target

Kepala Dislutkanak Kabupaten Batang, Sugiatmo saat memberikan keterangan kepada para awak media. Istimewa

BATANG, GROBOGAN.NEWS-Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan pada tahun 2020 masih mencapai sekitar Rp3,5 miliar dari target sebesar Rp4,2 miliar.

“Ya, sudah mencapai Rp3,5 miliar atau kurang sekitar 15% lagi dari target yang ditetapkan,” kata Kepala Dislutkanak Kabupaten Batang, Sugiatmo saat ditemui di Kantor Sekertariat KUD Ngupoyo Mino, Karangasem Utara, Kabupaten Batang, kemarin.

Ia pun menjelaskan, target PAD itu hingga 100% dimungkinkan tidak bisa karena masih dihadapkan dengan sejumlah kendala, karena kondisinya masih pandemi dan alam sedang tidak bersahabat, gelombang laut tinggi dan harga jual ikan pun mengalami penurunan.

Baca Juga :  Sistem Pendataan Dampak Covid-19 Dimaksimalkan, Para Admin Desa Ikuti Pelatihan

“Perihal terjadinya penurunan harga jual ikan disebabkan adanya salah satu perusahaan besar yang menurunkan jumlah pasokan ikannya untuk diolah. Jadi salah satu perusahaan penerima utama hasil tangkap ikan, saat ini tengah dihadapkan masalah. Mereka mengurangi jumlah pasokan ikan untuk diolah,” jelasnya.

Baca Juga :  BNN Waspadai Adanya Pengedar Narkoba di KIT Batang

Penurunan harga, Lanjut dia, inilah yang mempengaruhi capaian PAD kita, yang hingga kini belum bisa maksimal, target PAD sektor perikanan pada 2020 sebetulnya semula yang ditetapkan Rp5 miliar, tapi karena pandemi Covid-19 turun menjadi Rp4,2 miliar.

Pandemi Covid-19 berdampak luas terhadap perekonomian bangsa, termasuk dalam pencapaian target PAD sektor perikanan di Kabupaten Batang.

Diharapkan, para pemilik kapal hasil tangkapannya untuk dilelangkan di TPI Batang, karena itu untuk kepentingan nelayan dan kesejahteraan juga. Frieda

Baca Juga :  Sistem Pendataan Dampak Covid-19 Dimaksimalkan, Para Admin Desa Ikuti Pelatihan