GROBOGAN.NEWS Grobogan

Dalam Satu Pekan Dua Jembatan di Grobogan Ambrol

Jembatan Sungai Jajar di Desa Anggaswangi, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, ambrol setelah diterjang derasnya arus Sungai Jajar pada Kamis (17/12).

GODONG,GROBOGAN.NEWS-Dua jembatan di wilayah Kabupaten Grobogan ambrol diterjang derasnya aliran sungai.

Tingginya intensitas hujan menjadi faktor penyebab peristiwa ini. Pada Kamis (10/12) jembatan beton sepanjang sepuluh meter dengan lebar lima meter di Desa Kentengsari, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan ambrol.

Jembatan yang menghubungkan dengan wilayah Kabupaten Boyolali tersebut diperkirakan ambruk usai tiang penyangga aus terkikis derasnya sungai.

Tepat satu pekan selanjutnya, pada Kamis (17/12) jembatan di Desa Anggaswangi, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, ambrol setelah diterjang derasnya arus Sungai Jajar.  Derasnya arus karena debit air yang meningkat akibat tingginya curah hujan.

Akibat peristiwa tersebut, akses warga Desa Anggaswangi dan Desa Guci di wilayah Kecamatan Godong terganggu.

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Endang Sulistyoningsih, menyatakan, derasnya arus Sungai Jajar tersebut, mengakibatkan jembatan yang menjadi penghubung Desa Anggaswangi dengan Desa Guci maupun desa lainnya terputus.

Ambrol
Jembatan di jalur utama yang menghubungkan Kedungjati, Grobogan-Wonosegoro, Boyolali ambrol pada Kamis 10 Desember 2020 lau. Foto : Istimewa

Warga terpaksa memutar saat beraktivitas. Sebelumnya, kata dia, jembatan tersebut memang hendak diperbaiki oleh Balai Besar Pemali Juana bersamaan dengan normalisasi sungai setempat. Kondisi jembatan memang tidak bisa dilalui kendaraan bermuatan berat karena daya topangnya untuk kendaraan kecil.

Kepala Desa Anggaswangi Sukoco membenarkan bahwa jembatan tersebut memang hendak diperbaiki oleh Balai Besar Pemali Juana bersamaan program normalisasi yang dijadwalkan tahun 2021.

Ia mengungkapkan, awalnya, jembatan dengan panjang berkisar 25 meteran tersebut memang hendak dibongkar lebih awal. Akan tetapi, karena belum ada jembatan darurat kami minta pembongkarannya dilakukan setelah ada jembatan darurat.

“Ternyata sudah hanyut terlebih dahulu diterjang arus air sungai,” jelas dia.

Sementara itu, berdasarkan keterangan warga di Desa Anggaswangi mengaku kesulitan pasca jebolnya jembatan tersebut.

Feri, seorang tokoh masyarakat setempat menyatakan, berharap dalam waktu dekat sudah dibangun jembatan darurat agar bisa dilalui warga desa setempat, termasuk warga Desa Guci maupun Werdoyo yang aktivitas sehari-harinya memanfaatkan jembatan tersebut.

“Saat musim panen nanti, jembatan tersebut juga sangat bermanfaat bagi petani untuk mengangkut hasil panennya ke tempat penggilingan,” kata dia.

Ia pun berharap segera ada jembatan darurat, sehingga pada musim panen dapat menunjang aktifitas warga.

Sementara itu, Kepala Dusun Anggaswangi, Muzazin menyatakan hal yang sama.Ia menjelaskan, warga yang tinggal di wilayah timur jembatan ini harus memutar ke Desa Kemloko atau lewat Desa Guci.

“Hal tersebut menyebabkan terhambatnya perekonomian dan pertanian.  Apalagi nanti saat musim panen,” imbuh dia. Arya