SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Pemilihan kepala daerah kian dekat, namun petunjuk teknis (Juknis) bagi pemilih yang merupakan pasien Covid-19 di Kabupaten Sragen sampai kini masih menjadi polemik.

Pasien tersebut adalah pasien Covid-19 yang menjalani karantina mandiri maupun yang dirawat di rumah sakit.

Tingginya risiko penyebaran covid-19 dan belum adanya juknis mekanisme pencoblosan bagi pasien positif itu masih menjadi perdebatan antara KPU, Bawaslu dan satgas Covid.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Polsek Gondang Sragen Gelar Vaksinasi Covid-19 Gratis Dengan Kuota 1.200 Dosis

Kepada wartawan, Ketua KPU Sragen, Minarso kemarin menyatakan pihaknya tetap akan melindungi hak pemilih agar tetap bisa mencoblos.

Menurutnya, pasien Covid-19 dipastikan tidak akan kehilangan hak suaranya dalam Pilkada 9 Desember mendatang.

Karena penyelenggara tetap memberikan fasilitas untuk pemungutan suara baik di rumah maupun di tempat karantina. Ia menyebut satu hari sebelum pencoblosan KPU harus mendapatkan data warga yang opname di rumah sakit dan juga di karantina di Technopark, kaitanya dengan kebutuhan suara suara.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Sragen Makin Berkurang. Hanya Tambah 10 Kasus dalam Sehari

“Apapun yang terjadi KPU wajib melindungi hak pilih mereka tetap dimaksimalkan menggunakan hak pilihnya. Misal di Sragen ada technopark ada RS, nanti penyelenggara adalah TPS terdekat rumah sakit yang dinamakan penyangga. Nanti setelah jam 12 KPPS akan mengadakan pemilihan di sana. Mestinya sudah koordinasi dengan pihak rumah sakit,” paparnya.

Baca Juga :  Kesulitan Capai Passing Grade di Seleksi PPPK, Guru-guru Honorer Tua di Sragen Nangis dan Sambat. Curhatan di Sosmed Pilu dan Menyayat Hati

Halaman:
‹‹   1   2   3   Baca Selanjutnya ›   ››   All