Wabah Tikus Tewaskan 12 Petani Sragen, TNI dan Polri Terjunkan 40 Penembak untuk Berburu Tikus Tengah Malam

Kapolsek Karangmalang, AKP Supadi saat mengarahan bidikan tembakannya saat berburu tikus bersama personel Perbakin di areal persawahan Desa Puro, Selasa (24/11/2020) malam / Wardoyo
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Banjir tikus di Sragen mengakibatkan setidaknya 12 orang petani tewas. Pasalnya, saking jengkelnya, petani memasang jebakan tikus dengan setrum.

Cilakanya, akibat cara itu, para petani justru banyak yang sial karena kesetrum listrik. Melihat kenyataan itu, jajaran TNI Polri di wilayah Karangmalang, Sragen merasa terketuk untuk turun tangan.

Jajaran Polsek dan Koramil di wilayah itu bergerak cepat bersinergi untuk melakukan perburuan tikus dengan menembak, Selasa (24/11/2020) malam.

Baca Juga :  Sering Selingkuh, Oknum Perangkat Desa Tanon Sragen Ini Didemo Warga

Bersama Muspika dan elemen terkait, mereka menggandeng komunitas penembak dari Perbakin Sragen. Sebanyak 40 penembak andal dari Perbakin diterjunkan untuk memburu dan menembak hewan pengerat yang ada di areal persawahan Desa Puro, Karangmalang.

Kapolsek Karangmalang, AKP Supadi mengatakan giat perburuan hama tikus dengan tim penembak itu digelar mulai jam 19.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Hasilnya dalam kurun tiga jam, sebanyak 600 ekor tikus mati diberondong peluru.

Baca Juga :  Kasus Mahasiswa Tewas saat Diklat Menwa, BEM UNS : Usut Sampai Tuntas dengan Keterbukaan

“Tadi ada sekitar 40 anggota Perbakin Pemkab Sragen yang dipimpin Pak Gunawan yang kita hadirkan. Hasilnya bisa mengurangi hama tikus sekitar 600 ekor tikus yang bisa ditembak,” paparnya seusai kegiatan.

Kapolsek menguraikan pengerahan personel penembak dari Perbakin itu sebagai wujud kepedulian jajaran Polsek bersama Koramil dan unsur terkait untuk membantu petani menekan hama tikus.

Banyaknya kematian petani akibat setrum jebakan tikus di persawahan, juga menjadi alasan yang mendasari pelibatan komunitas penembak sebagai solusi yang aman dan efektif.

Baca Juga :  Mangkir dari Cicilan Utang Rp 106 Juta, Juragan Laundry Asal Sragen Ini Dipolisikan

“Pemakaian setrum jebakan tikus itu salah besar. Karena masih banyak cara untuk mengendalikan atau membunuh hama tikus. Seperti dengan burung hantu, omposan dan menggandeng komunitas penembak seperti yang kita lakukan malam ini. Hasilnya luar biasa dan ini akan kita lakukan terus,” urainya.

  • Bagikan