Tolak Jalani Rapid Test, Ratusan Petugas KPPS di sragen Pilih Mundur

Ilustrasi Pilkada serentak 2020 / tempo.co
  • Bagikan
Ilustrasi Pilkada serentak 2020 / tempo.co

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Karena menolak menjalani rapid test, ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pilkada Sragen dilaporkan memilih mundur.

Meski demikian KPU memastikan petugas KPPS yang mundur itu sudah diganti dan tidak sampai mengganggu perhelatan Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang.

Kepada wartawan, Ketua KPU Sragen Minarso mengatakan semua petugas KPPS di Pemilihan Kepala Daerah 9 Desember harus dipastikan bebas dari Covid-19.

Karenanya petugas wajib menjalani screening Corona virus melalui Rapid Test yang diselenggarakan mulai 09 sampai 21 November.

Baca Juga :  Agustina Wilujeng : Hari Gini Kok Rebutan Kepengin Nyalon Presiden

Akibat Rapid Test ini diwajibkan tak sedikit petugas yang menolak. Selain itu petugas yang reaktif juga harus dicarikan pengganti. KPU harus bongkar pasang petugas KPPS.

“Mereka kan dilantik tanggal 23 November ini. Sebelum dilantik harus dirapid dulu,” kata Ketua KPU Sragen Minarso saat dikonfirmasi Minggu (24/11/2020).

Minarso mengatakan, seluruh petugas PPK dan PPS sudah dirapid tes beberapa saat lalu. Kemudian dilanjutkan Rapid Test untuk seluruh

KPPS Pemilihan Bupati Wakil Bupati. Mereka harus dipastikan dalam kondisi sehat, salah satunya aman dari Covid-19.

Baca Juga :  Mangkir dari Cicilan Utang Rp 106 Juta, Juragan Laundry Asal Sragen Ini Dipolisikan

Minarso mengaku tidak sedikit petugas KPPS yang harus diganti, baik hasil Rapid Test reaktif atau memang takut untuk dirapid sampai mengundurkan diri.  Tanpa menyebutkan jumlah dan wilayah, Minarso mengatakan ratusan personel KPPS harus bongkar pasang.

“Untuk proses mekanisme dari 2.271 TPS termasuk petugas ketertiban ini bukan hal yang ringan buat kami. Ini yang terjadi di lapangan begini begitu ada yang mundur satu kita carikan ganti yang lain begitu ada yang reaktif satu minder atau gak berani langsung kita carikan ganti. Jadi 10 hari itu bongkar pasang personil istilahnya itu,” beber Minarso.

Baca Juga :  Wilayah Tanon dan Plupuh,  Sragen Dihajar Hujan dan Angin Kencang. 20 Rumah Rusak dan Sejumlah Pohon Bertumbangan

Kendatipun bongkar pasang Personel KPPS sampai ratusan orang, namun Minarso memastikan sampai 22 November semua KPPS untuk pilkada 9 Desember sudah siap.

Dalam bongkar pasang KPPS ini KPU Sragen juga sempat kesulitan sebab tidak semua warga bersedia menjadi KPPS dan bersedia dirapid.

“Kan tidak semua mau dirapid. Akhirnya kelompok kita minta cari rekan sesuai kecocokan,” ucapnya.

  • Bagikan