GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Video Adzan dengan Ajakan Jihad Viral di Media Sosial, Wamenag: Jika Maksudnya Pesan Berperang Jelas Tidak Relevan

Ilustrasi masjid. Foto: pexels.com

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS Sebuah video kumandang adzan menjadi viral di media sosial. Video adzan tersebut viral lantaran ada yang berbeda dengan seruan adzan pada umumnya, yakni dengan mengubah kalimat “hayya ‘alas-shalah” menjadi “hayya ‘alal-jihad”.

Dalam video yang beredar di media sosial tampak sejumlah orang berpakaian putih berdiri di belakang muadzin yang mengumandangkan adzan. Saat muadzin menyerukan kalimat “hayya ‘alal-jihad”, orang-orang di belakangnya menjawab seruan itu sambil mengepalkan tangan ke atas.

Kalimat adzan umumnya menyerukan kalimat “hayya ‘alas-shalah” yang berarti “mari kita mendirikan sholat” yakni ajakan untuk melakukan sholat. Sementara “hayya ‘alal-jihad” dapat diartikan sebagai ajakan untuk berjihad.

Baca Juga :  Kasus Kerumunan, Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun, 5 Eks Petinggi FPI Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

Menanggapi video adzan yang viral tersebut, Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH Zainut Tauhid Sa’adi mengaku belum memahami konteks dari pembuatan video tersebut, apakah sebatas membuat konten media sosial atau ada pesan khusus yang ingin disampaikan.

Menurutnya, jika adzan itu dimaksudkan untuk menyampaikan pesan perang, maka seruan jihad dalam pengertian perang sangat tidak relevan disampaikan dalam situasi damai seperti di Indonesia saat ini.

Baca Juga :  ICW: TWK Bagian dari Rangkaian Upaya Pelemahan KPK

“Jika seruan itu dimaksudkan memberi pesan berperang, jelas tidak relevan. Jihad dalam negara damai seperti Indonesia ini tidak bisa diartikan sebagai perang,” kata Kiai Zainut dikutip Republika.co.id, Senin (30/11/2020).

Sehubungan itu, Wamenag mengajak pimpinan ormas Islam dan para ulama untuk bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak terjebak pada penafsiran tekstual tanpa memahami konteks dari ayat Alquran atau hadis. Pemahaman agama yang hanya mendasarkan pada tekstual dapat melahirkan pemahaman agama yang sempit dan ekstrem.

Baca Juga :  Vaksin Sinovac Dinilai Mampu Antisipasi Risiko Kematian Akibat Covid-19 Hingga 98 Persen

Wamenag menilai, apa pun motifnya, video tersebut bisa berpotensi menimbulkan kesalahan persepsi di masyarakat. “Di sinilah pentingnya pimpinan ormas Islam, ulama dan kiai memberikan pencerahan agar masyarakat memiliki pemahaman keagamaan yang komprehensif,” ujarnya.

Kiai Zainut mengatakan, dalam menyikapi masalah tersebut hendaknya semua pihak dapat menahan diri dan melakukan pendekatan secara persuasif dan dialogis. Selain itu, menghindarkan diri dari tindakan kekerasan dan melawan hukum.

www.republika.co.id