GROBOGAN.NEWS Umum Pantura

Fenomena Angin Puting Beliung Muncul di Peraian Selat Madura, Warga Kenjeran Surabaya Geger. Ini Penampakannya

Tangkapan layar video penampakan angin puting beliung di Kenjeran, Surabaya, Rabu (17/2/2021). Foto: Instagram

SURABAYA, GROBOGAN.NEWS Fenomena angin puting beliung muncul di utara Pulau Jawa, tepatnya di perairan Selat Madura, pada Rabu (17/2/2021). Peristiwa itu sempat terekam kamera warga dan menjadi viral di media sosial.

Video penampakan angin puting beliung itu beredar luas di jejaring sosial Twitter dan Instagram, bahkan banyak dibagikan melalui aplikasi WhatsApp.

Dalam video berdurasi 10 detik yang beredar di Instagram, tampak kolom air atau watersprout, yang terbentuk meninggi ke langit karena angin puting beliung yang terjadi di wilayah perairan.

Sementara video lainnya memperlihatkan puting beliung yang direkam dari lokasi lain, dengan sejumlah perahu terlihat di dekatnya. Penampakan fenomena puting beliung itu sempat menjadi tontonan warga dan pengunjung tempat wisata Pantai Ria Kenjeran, Surabaya.

Disampaikan Camat Bulak, Budi pihaknya membenarkan terjadinya fenomena angin puting beliung di dekat wilayahnya. Namun ia menegaskan bahwa angin puting beliung tersebut tidak sampai ke daratan.

“Iya benar. Tadi sekitar pukul 15.10 WIB sampai pukul 15.55 WIB. Mulai laut di tanggul di Kejawan Lor, lari ke timur ke laut terus nggak sampai ke darat, kemudian ke laut terus hilang,” ujarnya seperti dikutip Liputan6.com, kemarin.

Sementara itu, Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami juga mengaku telah mendapat kabar terkait terjadinya fenomena puting beliung tersebut dan telah menyaksikan video viral yang beredar.

Mirip di Waduk Gajah Mungkur

Fenomena alam serupa sebelumnya juga sempat terjadi di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, pada 20 Januari 2021 lalu.

Menurut keterangan Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, angin puting beliung itu muncul selama sekitar 10-15 menit, pada pukul 16.00 WIB.

Angin puting beliung pertama terlihat muncul di atas perairan sekitar Desa Sendang Kecamatan Wonogiri. Selanjutnya bergerak ke arah barat lantas ke selatan.

“Setekah ke arah selatan, angin kemudian hilang. Jadi hanya muncul di atas perairan, tidak sampai ke daratan apalagi pemukiman warga,” ujar Bambang.

Tidak ada laporan kerusakan apapun akibat peristiwa itu. Mengingat terjadi di atas perairan waduk. Hanya saja sempat membuat khawatir warga dan nelayan sekitar. Liputan 6

Baca Juga :  Status Tanggab Darurat Banjir di Kota Pekalongan Diperpanjang