GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Ingat Kasus Fetish Kain Jarik di Surabaya yang Sempat Viral? Gilang Si Pelaku Dituntut 8 Tahun Penjara dan Denda Rp50 Juta

Terdakwa kasus fetish kain jarik, Gilang saat ditangkap pihak kepolisian pada 6 Agustus 2020. Foto: Istimewa via Tribunnews.com

SURABAYA, GROBOGAN.NEWS Pada Juli 2020 lalu sempat viral sebuah kasus mahasiswa yang mengaku mendapat pelecehan dengan dibungkus kain jarik. Pelaku tindakan fetish kain jarik itu, Gilang Aprilian Nugraha Pratama, kini dituntut hukuman penjara dan denda.

Eks mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) Surabaya angkatan 2015 itu telah menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (27/1/2021) lalu.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa kasus fetish kain jarik itu dengan hukuman 8 tahun penjara ditambah denda sebesar Rp50 juta.

Baca Juga :  Dari Semula 7 Hari, Cuti Bersama 2021 Dipangkas Menjadi 2 Hari

Dalam tuntutannya, Jaksa I Gede Willy Pramana, menilai Gilang telah terbukti melanggar Pasal 82 ayat (1) juncto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 juncto UU Nomor 35 Tahun 2014 juncto UU Nomor 23 Tahun 2002.

“Menuntut pidana penjara kepada terdakwa Gilang Aprilian Nugraha Pratama selama 8 tahun,” kata Jaksa Penuntut Umum saat membacakan surat tuntutan.

Baca Juga :  Dua Nakes Meninggal Usai Divaksin Covid-19, Tim Riset Duga Bukan Karena Vaksinasi

Selain hukuman badan, Gilang juga diwajibkan membayar denda senilai Rp50 juta. “Jika tidak dibayar diganti dengan kurungan penjara selama 6 bulan,” lanjutnya.

Sidang pembacaan tuntutan itu diikuti Gilang secara daring. Kepada Majelis Hakim, Gilang mengaku menyesali perbuatannya dan mengungkapkan bahwa dirinya telah kecanduan fantasi melihat seorang pria dibungkus sejak masih duduk di kelas IV SD. Ia pun mengaku ingin berhenti dari kecanduannya namun usahanya selalu gagal.

Baca Juga :  Hasil Survei: Keberhasilan Vaksinasi Covid-19 Tergantung Kehalalan Vaksin

“Saya menyesal pak hakim. Saya merasa kok begini terus, sebenarnya ingin lepas dari perasaan itu,” ujar Gilang, seperti dikutip Tribunnews dari TribunJatim.com.

Diberitakan sebelumnya, Gilang telah ditangkap pihak kepolisian di kediaman kerabatnya di Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada 6 Agustus 2020.

Dari hasil menyelidikan polisi, Gilang telah melakukan aksi fetish membungkus pria dengan kain sejak 2015. Para korbannya disebut mencapai 25 orang, menurut pengakuan Gilang.

www.tribunnews.com