GROBOGAN.NEWS Kudus

Kudus Gencarkan Pengecekan Kesehatan bagi Warga Rentan Tertular Covid-19

Ilustrasi Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus tengah melaksanakan uji swab kepada para pegawai di lingkungan Setda Kudus belum lama ini. Istimewa

KUDUS, GROBOGAN.NEWS– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berupaya keras dalam memutus mata rantai penyeberan virus corona atau covid-19.

Berbagai upaya telah dilakukan. Salah satunya kembali menggencarkan pemeriksaan kesehatan massal pada kelompok warga yang rentan tertular covid-19.

Selain memperluas cakupan pemeriksaan, Pemkab Kudus juga memantau kondisi kesehatan warga dalam kelompok rentan tertular virus corona dengan melibatkan petugas puskesmas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Aziz Achyar menyebutkan kategori kelompok rentan yakni warga yang telah lanjut usia, memiliki riwayat penyakit bawaan serta orang dengan obesitas.

“Penyakit bawaan yang dia maksud di antaranya hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung,” terang Abdul Aziz saat dikonfirmasi wartawan kemarin.

Dijelaskan oleh Abdul Aziz lebih detail, pemeriksaan kesehatan massal antara lain sudah dilakukan pada 25 orang yang tergolong rentan tertular covid-19 di Puskesmas Gebog.

Baca Juga :  Pengawasan Kedisiplinan Perusahaan dan Perkantoran Atas Kepatuhan PPKM Terus Diperkuat

Ia juga menjelaskan bahwa selama ini pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi penularan virus corona hanya diprioritaskan pada warga yang punya riwayat kontak erat dengan pasien covid-19. Ia menyebut, cakupan pemeriksaan untuk mendeteksi penularan virus penyebab covid-19.

“Selanjutnya diperluas ke kelompok rentan karena angka kematian akibat infeksi virus corona di Kabupaten Kudus mencapai 12,4 persen dan lebih dari 90 persen kematian terjadi pada kelompok rentan.,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, angka kematian akibat Covid-19 di Kudus masih tinggi yakni 12, 4%. Menurut Abdul Aziz hal tersebut menjadi persoalan yang masih terjadi di Kudus.

“Angka kematian karena Covid-19 di Kudus saat ini masih berada di lima besar Jawa Tengah. Dari hasil evaluasi, mereka yang meninggal akibat Covid-19 atau kelompok rentan adalah karena obesitas, lansia serta adanya penyakit penyerta,” jelas dia, kemarin.

Abdul Aziz menyampaikan lebih lanjut bahwa penyakit penyerta yang membuat penderita meninggal akibat terpapar Covid-19 adalah karena hipertensi, deabetes melitus serta penyakit jantung.

Baca Juga :  Hartopo Beri Apresiasi Perusahaan yang Tertib Aturan PPKM, Pastikan Kedisiplinan Protokol Kesehatan

Untuk itu, Aziz meminta selain membagikan masker juga melakukan prepare kepada kelompok rentan untuk dilakukan pemantauan.

“Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak terpapar Covid-19. Biasanya yang khas dari penderita Covdi-19 adalah banyaknya lendir di paru-paru di penderita,” ujar dia.

“Saat ini untuk pengobatan bagi penderita Covid-19 adalah dengan memberikan plasma darah. Hanya saja untuk plasma darah itu didatangkan dari PMI Semarang. Sedangkan PMI Kudus masih belum bisa,” terang dia.

Sementara itu, Plt Bupati Kudus, HM Hartopo meminta kepada Dinas Kesehatan agar melakukan screening massal kembali. Beberapa waktu lalu Dians Kesehatan juga sudah melakukan screening massal di wilayah Desa Gondosari Gebog.

“Saat ini Kudus masih berada di zona orange setelah kasus Covid-19 meningkat kembali. Dengan sasaran screening adalah mereka yang rentan terhadap Covid -19.,”kata Hartopo.

Baca Juga :  PPKM Mulai Digelar Hari Ini, Pemberlakuan di Kudus Lebih Ketat dari Sebelumnya

Hartopo juga menyampaikan, terkait rencana sekolah dapat melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, Hartopo meminta agar masyarakat bersabar sembari menunggu Kudus masuk dalam zona kuning.

“Saat ini yang menjadi fokus adalah menekan angka kematian akibat Covid-19 serta mereka yang rentan terpapar. Sekarang ini di Kudus kasus Covid-19 dalam sepekan masih ada antara 10 – 15 kasus,” ujar dia.Nor Ahmad