GROBOGAN.NEWS Kudus

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kudus Capai 12,4 Persen

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo.Foto : Doc

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Abdul Aziz Achyar menyatakan angka kematian akibat Covid-19 di Kudus masih tinggi yakni 12, 4%.

Menurut dia, hal tersebut menjadi persoalan yang masih terjadi di Kudus.

“Angka kematian karena Covid-19 di Kudus saat ini masih berada di lima besar Jawa Tengah. Dari hasil evaluasi, mereka yang meninggal akibat Covid-19 atau kelompok rentan adalah karena obesitas, lansia serta adanya penyakit penyerta,” jelas dia, kemarin.

Abdul Aziz menyampaikan lebih lanjut bahwa penyakit penyerta yang membuat penderita meninggal akibat terpapar Covid-19 adalah karena hipertensi, deabetes melitus serta penyakit jantung.

Baca Juga :  Hartopo Beri Apresiasi Perusahaan yang Tertib Aturan PPKM, Pastikan Kedisiplinan Protokol Kesehatan

Untuk itu, Aziz meminta selain membagikan masker juga melakukan prepare kepada kelompok rentan untuk dilakukan pemantauan.

“Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak terpapar Covid-19. Biasanya yang khas dari penderita Covdi-19 adalah banyaknya lendir di paru-paru di penderita,” ujar dia.

“Saat ini untuk pengobatan bagi penderita Covid-19 adalah dengan memberikan plasma darah. Hanya saja untuk plasma darah itu didatangkan dari PMI Semarang. Sedangkan PMI Kudus masih belum bisa,” terang dia.

Sementara itu, Plt Bupati Kudus, HM Hartopo meminta kepada Dinas Kesehatan agar melakukan screening massal kembali. Beberapa waktu lalu Dians Kesehatan juga sudah melakukan screening massal di wilayah Desa Gondosari Gebog.

Baca Juga :  Pengawasan Kedisiplinan Perusahaan dan Perkantoran Atas Kepatuhan PPKM Terus Diperkuat

“Saat ini Kudus masih berada di zona orange setelah kasus Covid-19 meningkat kembali. Dengan sasaran screening adalah mereka yang rentan terhadap Covid -19.,”kata Hartopo.

Hartopo juga menyampaikan, terkait rencana sekolah dapat melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, Hartopo meminta agar masyarakat bersabar sembari menunggu Kudus masuk dalam zona kuning.

“Saat ini yang menjadi fokus adalah menekan angka kematian akibat Covid-19 serta mereka yang rentan terpapar. Sekarang ini di Kudus kasus Covid-19 dalam sepekan masih ada antara 10 – 15 kasus,” ujar dia.

Baca Juga :  Terlibat Kecelakaan, Pengendara Sepeda Motor Alami Luka Serius Setelah Ditabrak Truk  

“Bila nanti dalam sepekan kasus Covid-19 sudah menurun yakni dalam sepekan hanya 2 atau 3 kasus, kemungkinan sekolah bisa tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat,” imbuh Hartopo. Nor Ahmad