Jumlah Libur Panjang Akhir Tahun 2020 Bakal Dipangkas, Ini Tujuannya

Ilustrasi Covid-19
  • Bagikan

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS – Tren lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 pada liburan panjang, kini menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Karena itu, untuk mengerem terjadinya lonjakan jumlah kasus Covid-19, pemerintah berencana memangkas jumlah hari libur di akhir tahun 2020.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy usai mengikuti rapat terbatas bersama dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/11/2020).

Baca Juga :  5 Tradisi Unik di Nusantara yang Kental dengan Maulid Nabi

“Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan dan beliau memerintahkan supaya segera ada rapat koordinasi yang dilakukan oleh Kemenko PMK dengan kementerian dan lembaga terkait,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy.

Awalnya, libur akhir tahun 2020 akan menjadi libur yang cukup panjang karena menggabungkan antara Hari Raya Natal dan Tahun Baru dengan pengganti cuti bersama Idul Fitri 2020, yang sempat ditiadakan pada bulan Mei lalu karena pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Novel Baswedan Laporkan Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli ke Dewas KPK Terkait Pelanggaran Kode Etik

Hal ini yang membuat durasi libur akhir tahun kali ini menjadi lebih panjang dari tahun sebelumnya.

Namun dalam perjalanannya, situasi pandemi hingga kini belum banyak berubah. Sementara pada saat libur panjang, kerap terjadi penurunan disiplin protokol kesehatan yang dilakukan warga. Hal itu membuat terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 pascaliburan.

  • Bagikan