GROBOGAN.NEWS Semarang

Inilah Skema Sekolah Virtual di Jateng, Dirintis di Brebes dan Boyolali

Ilustrasi pelaksanaan sekolah virtual. Foto: Istimewa

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Pemprov Jawa Tengah yang membuat program sekolah virtual. Kini, program sekolah virtual yang diiniasi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah berjalan di dua sekolah rintisan yaitu SMAN 3 Brebes dan SMAN 1 Kemusu Boyolali.

Secara teknis, 70 persen siswa mengikuti pembelajaran secara virtual, sedangkan sisanya digelar tatap muka.

“Maksimal nanti hanya 30 persen saja yang tatap muka. Lainnya, dengan cara sekolah virtual,” tutur Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, pada Kamis (12/11/2020).

Menurutnya, pembelajaran tatap muka dilakukan untuk mengumpulkan siswa kelas virtual seperti saat pertemuan awal, Tujuannya, agar siswa mendapatkan penjelasan misalnya perihal buku modul. Selain itu, siswa juga diarahkan terkait pengenalan lingkungan, metode pembelajaran, bimbingan konseling, tugas laboratorium, dan lainnya.

Baca Juga :  Izin BPOM Keluar, Vaksinasi Covid-19 Diawali pada 14 Januari

“Nanti pada saat akan kenaikan kelas atau ujian, juga akan ketemu lagi,” terangnya lebih lanjut.

Syamsudin menuturkan, sekolah virtual belum bisa dibuka di sekolah lain lagi sampai pada tahun ajaran baru berikutnya.

“Di tengah jalan buka sekolah lagi, kan enggak bisa. Nanti bila ada PPDB lagi, kebijakannya mau berapa, kan. Nanti akan dikaji,” ujar Syamsudin.

Baca Juga :  Pemkab Kendal Dorong Perluasan Lahan untuk Atasi Kelangkaan Pangan

Saat ini sekolah virtual telah diikuti 72 siswa, dengan rincian 36 siswa di tiap sekolah. Adanya program ini membantu siswa dari keluarga kurang mampu serta menurunkan angka anak putus sekolah di Jateng karena permasalahan biaya.

“Dari sisi akses, (sekolah virtual) diutamakan untuk anak didik dari keluarga kurang mampu. Program ini kan sangat bermanfaat. Jadi memang anak-anak yang kemarin tidak ada harapan untuk masuk sekolah dan di sekolah negeri. Di dua kelas ini, dapat,” jelas Syamsudin.

Meski demikian, tidak hanya sekolah virtual yang menjadi satu-satunya program mengurangi angka putus sekolah. Tapi, juga ada peran sekolah swasta.

Baca Juga :  Wali Kota Hendi : Vaksin Covid-19 Dijamin Aman dan Halal

“Dari sekolah swasta mau memfasilitasi meringankan beban anak sekolah,” tambahnya. Kahlil Tama