DPRD Jepara Setujui APBD 2021, Total Belanja Daerah Capai Rp2 T

Persetujuan DPRD Jepara dalam penetapan APBD 2021 dilaksanakan dalam rapat paripurna pengambilan keputusan yang telah berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Jepara pada Rabu (25/11) lalu. Foto : Istimewa
  • Bagikan

JEPARA, GROBOGAN.NEWS-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara telah menyetujui penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

Dalam struktur keuangan daerah yang disetujui dewan, total belanja mencapai Rp2.075.952.731.000. Persetujuan diberikan dalam rapat paripurna pengambilan keputusan yang telah berlangsung Rabu (25/11) lalu, di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Jepara.

Pada rapat yang dipimpin ketua dewan Haizul Ma’arif, seluruh wakil ketua dewan, masing-masing Junarso, Pratikno, dan KH Nuruddin Amin hadir dan duduk di kursi pimpinan. Dari unsur eksekutif, hadir Bupati Jepara Dian Kristiandi beserta para pimpinan perangkat daerah. Rapat paripurna juga disaksikan untur Forkopimda.

Baca Juga :  Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Tegal, Gus Yasin Minta Para Santri Berperan

Sebelum dibawa ke paripurna, rancangan APBD tahun 2021 telah dibahas di Badan Anggaran (Banggar). Pelapor Banggar Khoirun Niam menyebut, belanja APBD 2021 yang ditetapkan itu, lebih besar Rp6,2 miliar dari angka yang diajukan eksekutif. Hal tersebut menjadi kesepakatan Banggar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) selama pembahasan yang berlangsung hingga sebelas kali.

Baca Juga :  Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Tegal, Gus Yasin Minta Para Santri Berperan

“Belanja daerah disetujui Rp2.075.952.731.000, bertambah Rp6.196.826.000 (dibanding draf yang diajukan eksekutif),” lapor Niam.

Dinaikkannya rencana belanja daerah, seiring dengan tercapainya kesepakatan Banggar dan TAPD untuk menaikkan target pendapatan daerah hingga Rp5,2 miliar.

Dengan demikian, pendapatan daerah yang dalam pengajuan eksekutif hanya Rp1.944.756.814.000, disetujui menjadi Rp1.949.953.640.000.
Di luar itu, terdapat tambahan target penerimaan pembiayaan sebesar Rp1 miliar.

Baca Juga :  Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Tegal, Gus Yasin Minta Para Santri Berperan

Sementara itu, penetapan belanja daerah yang berada di atas total target pendapatan, menjadikan APBD tahun 2021 mengalami defisit hingga Rp126 miliar. Defisit itu ditutup dari pembiayaan netto dengan angka yang sama.

Pimpinan rapat selanjutnya memberi kesempatan kepada fraksi-fraksi untuk menyampaikan pendapat akhir. Seluruh fraksi menyetujui penetapan ini.

  • Bagikan