GROBOGAN.NEWS Kudus

Program Bantuan Beras dari Produksi Lokal

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara Mastukin, saat ditemui di kantornya, Jumat (8/1/2021). Ist

JEPARA, GROBOGAN.NEWS-Beras untuk bantuan yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) pada program sembako di Kabupaten Jepara, akan dipenuhi dari hasil produksi petani lokal.

Sebab, produksi gabah petani Jepara mampu mencukupi kebutuhan tersebut.

“Kami sudah minta kepastian Bulog terkait komitmen memenuhi kebutuhan beras dari stok Gudang Bulog Rengging, yang artinya bersumber dari serapan gabah petani di Jepara. Bulog berkomitmen untuk itu. Kemampuan produksi petani Jepara juga mencukupi,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara Mastukin, saat ditemui di kantornya, Jumat (8/1/2021).

Baca Juga :  Lima OPD Di Lingkungan Pemkab Kudus Raih Penghargaan Prestisius

Menurutnya, posisi Bulog adalah sebagai manajer suplai untuk memenuhi kebutuhan beras e-warung, yakni tempat KPM mengambil bantuan.

Itu sudah berlangsung sejak Program Sembako masih bernama bantuan pangan nontunai (BPNT) 2019.

Ditambahkan, berdasarkan informasi dari Bulog, serapan beras dari petani lokal Jepara mencapai 2.500 ton per bulan.

Sementara rata-rata kebutuhan beras untuk program sembako sekitar 2.000 ton per bulan.

Terkait jumlah penerima KPM, lanjutnya, di Kabupaten Jepara, awal tahun ini jumlah KPM penerima program sembako mencapai 140.408 keluarga.

Jumlah itu mengalami penurunan dibanding total penerima pada akhir 2020, yakni sejumlah 140.986 keluarga.

Baca Juga :  Geger, Mayat Bayi dengan Luka Robek Pada Leher Ditemukan Mengapung Di Sungai Jagetan Jepara  

Dijelaskan, pihaknya menjadi bagian dari tim koordinasi bantuan sosial pangan, di mana tugasnya memonitor atau mengontrol untuk memastikan program sembako berjalan sesuai ketentuan.

Dengan posisi itu, lanjutnya, Dinsospermasdes terbuka menerima keluhan masyarakat jika program sembako tidak berjalan sesuai ketentuan.

“Misalnya ada pelanggaran oleh e warung, keluhan masyarakat kita terima, lalu kita teruskan ke BTN. Bank inilah yang akan menegur e-warung agar bekerja sesuai regulasi dan perjanjian kerja sama di antara mereka,” tandasnya.

Sementara itu, terkait rencana penyaluran program sembako 2021, Mastukin menyebut telah terbit surat dari Kementerian Sosial RI yang menyebut bantuan ke rekening PKM sudah disiapkan di bank penyalur, dalam hal ini BTN. Selanjutnya BTN akan melakukan transfer ke rekening KPM.

Baca Juga :  Masih Di Zona Oranye, Pemkab Kudus Ikuti Keputusan Perpanjangan PPKM

“Pada pertengahan Januari 2021, pengambilan bantuan di e-warung diperkirakan sudah bisa dilakukan,” pungkasnya. Nor Ahmad