GROBOGAN.NEWS Grobogan

Dalam Tiga Hari Dua Peristiwa Kebakaran Terjadi di Tanggungharjo dan Grobogan, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api saat rumah warga milik Suharni di Desa Kapung, Kecamatan Tanggungharjo terbakar pda Sabtu (14/11) lalu. Foto : Istimewa

PURWODADI, GROBOGAN.NEWS-Memasuki pertengahan November 2020, peristiwa kebakaran di Kabupaten Grobogan dilaporkan masih banyak terjadi. Terakhir dalam kurun waktu 3 hari dua peristiwa kebakaran terjadi di dua kecamatan.

Terakhir, kebakaran terjadi pada Sabtu (14//11) melanda rumah warga milik Suharni, Desa Kapung, Kecamatan Tanggungharjo.

Data yang dihimpun GROBOGAN.NEWS menyebutkan kebakaran diketahui tetangga sekitar saat api sudah terlihat membesar. Saat itu, warga melihat asal api dari rumah bagian belakang atau ruang dapur.

Beruntung tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. Hanya saja rumah milik yang terletak di RT 02 RW 01 hangus terbakar.

Kronologi kejadiannya diduga berawal dari ketika Suharni sedang memanaskan sayur degan kompor gas. Namun, lantaran terburu-buru mau berjualan makanan kecil di sebuah sekolah non formal yakni madrasah diniyah yang tidak jauh dari rumahnya.

Baca Juga :  Inilah Cara Abang Baginda bersama PA GMNI Grobogan Hadir Membantu Masyarakat Berbagi di Bulan Ramadan

Korban pun sehingga dia lupa untuk mematikan kompor hingga meledakdan menjadi pemicu kebakran.

Puluhan warga langsung berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Namun, upaya pemadaman ini tidak bisa dilakukan dengan mudah karena kobaran api sudah terlanjur memebsar.

Api akhirnya bisa dipadamkan menyusul adanya bantuan armada damkar dari pos Gubug. Akibat kejadian itu, sebagian besar bangunan rumah terbakar berikut sejumlah barang berharga yang ada di dalamnya.

Kapolsek Tanggungharjo AKP Bambang Tri Atmojo mengungkapkan, rumah yang terbakar terbuat dari bahan kayu. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian material sekitar Rp 55 juta.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Untuk nilai kerugiannya sekitar Rp 55 juta,” terang Kapolsek, Minggu (15/11).

Baca Juga :  Oknum Wakil Rakyat di Grobogan Dibekuk Polisi setelah Terbukti Beli Ganja Kering Seberat 23,8 Gram Via Online

“Adapun penyebab kebakaran diduga disebabkan dari api kompor yang lupa dimatikan setelah dipakai menghangatkan sayur,” sambung dia.

Dua Hari Sebelumnya Kebakaran Melanda Rumah Warga Kecamatan Grobogan

Sementara itu, dua hari sebelumnya, yakni pada Kamis (12/11), kebakaran melanda rumah milik Ali Mukti, 55, warga Dusun Gareh, Desa Ngabenrejo, Kecamatan Grobogan. Saat kejadian korban bersama istrinya tengah bekerja di sawah.

Saat terjadi kebakaran, Ali Mukti bersama istrinya berangkat ke sawah pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Keduanya meninggalkan rumah berbahan kayu dalam kondisi kosong.

Kapolsek Grobogan, Iptu Parjin menyatakan, tidak lama setelah terjadinya kebakaran diketahui, oleh warga langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Setelah mendapat laporan, anggota Reskrim Polsek Grobogan bersama tim inafis Polres Grobogan ke tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :  Oknum Wakil Rakyat di Grobogan Dibekuk Polisi setelah Terbukti Beli Ganja Kering Seberat 23,8 Gram Via Online

“Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa kebakaran ini. Namun korban menderita kerugian material sekitar Rp30 juta,” terang Kapolsek.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, diduga api berasal dari konsleting di kamar depan. Petugas juga menemukan potongan kabel yang konsleting panjang empat meter sebagai barang bukti,” imbuh dia.

Atas terjadinya dua peristiwa kebakaran tersebut, baik Kapolsek Tanggungharjo AKP Bambang Tri Atmojo maupun Kapolsek Grobogan Iptu Parjin mengimbau kepada warga agar senantiasa waspada terhadap bahaya kebakaran.

Keduanya pun mengingatkan, sebelum meninggalkan rumah, warga diminta memeriksa kompor, bediang untuk memastikan kondisinya sudah tidak menyala.

Selain itu, pengecekan peralatan listrik yang dapat memicu terjadinya kebakaran juga perlu dilakukan. Arya Utama