GROBOGAN.NEWS Blora

Gubernur Ganjar Minta Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi Ditingkatkan, Jika Temukan Pengecer Nakal Masyarakat Wajib Lapor

Ilustrasi Gubernur Ganjar Pranowo saat asyik berdiskusi dengan para petani di Delanggu, Klaten saat penanaman pertama Rojolele Srinuk di Desa Delanggu Klaten, pada Rabu (11/11/2020) lalu. Foto : Istimewa

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Fenomena adanya keluhan para petani akibat yang mengalami kesulitan pupuk bersubsidi pada musim tanam tahun ini menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dengan tegas, Gubernur Ganjar angkat bicara terkait keluhan petani Kabupaten Blora yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi pada musim tanam ini, padahal stoknya melimpah.

“Saya minta masyarakat untuk melaporkan jika ada oknum distributor nakal,” ujar Ganjar saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (14/11/2020).

Ganjar pun meminta warganya tidak usah takut melapor ke pihak berwenang jika di lapangan menemukan ada pelanggaran dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Baca Juga :  Tegakan Perda No.1 Tahun 2019, Pelayanan Kesehatan di Pasar Hewan Digencarkan

Menurut Ganjar, apabila ada penyelewengan segera laporkan dan pengawas jangan ragu untuk menindak.

“Saya tegaskan ini tak main-main. Apabila jika terbukti nakal dan melakukan penyelewengan sehingga menyebabkan petani kesulitan pupuk, pemerintah tak segan mencabut izin operasi distributor pupuk maupun kios,” jelas Ganjar.

Diberitakan GROBOGAN.NEWS sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora tengah fokus dalam pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi ke petani.
Pada Senin (9/11/2020) lalu, Pemkab Blora telah menggelar rapat koordinasi (rakor) pengendalian pupuk bersubsidi dengan menggunakan kartu tani.

Baca Juga :  Disiplin Protokol Kesehatan Terus Diperkuat

Dalam pelaksanaannya, rakor dipimpin Bupati Blora Djoko Nugroho didampingi oleh Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Tri Susilarjo, wakil ketua DPRD, Siswanto serta Perwakilan dari Kejaksaan Negeri, digelar di ruang pertemuan Sekretariat Daerah Blora.

Rapat tersebut dilaksanakan setelah melihat adanya permasalahan pendistribusian pupuk bersubsidi ke petani, dimana saat musim tanam ini banyak petani yang mengeluh tentang kelangkaan pupuk bersubsidi. Ahmad