Tanggapi Polemik Banteng Vs Celeng, Abang Baginda Tegaskan Kader PDIP Makin Solid

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Abang Baginda Muhammad Mahfuz Hasibuan. Foto : Doc
  • Bagikan

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Polemik banteng versus celeng di internal PDIP kian menghangat. Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Abang Baginda Muhammad Mahfuz Hasibuan pun angkat bicara menanggapi polemik ini.

Ditegaskannya, adanya polemik banteng versus celeng yang saat ini terjadi di internal partai justru semakin memperkuat soliditas kader.

Ia pun menyampaikan, jika kader sejati atau yang dia sebut dengan banteng sejati paham dengan posisi dan kewajibannya.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Semarang Bongkar 34 Bangunan Liar di Simongan

Sehinga, munculnya istilah celeng juga dianggap makin mensolidkan kader karena mencegah adanya upaya pemecah belah.

“Jadi saya tegaskan, apakah mengancam soliditas PDIP di Jateng? Saya rasa tidak karena dari dulu sampai sekarang kader partai, banteng sejati itu paham posisinya seperti apa dan paham betul kewajiban mereka seperti apa,” terang Baginda saat dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (14/10/2021).

“Justru membuat para banteng sejati itu makin solid, akan semakin merapatkan barisan. Karena merasa ada upaya pemecah belah dan bisa merusak barisan banteng di Jateng,” imbuh Baginda lebih lanjut.

Baca Juga :  Empat Kali Berturut-Turut, Pemprov Jateng Terima Anugerah Parahita Ekapraya

Baginda juga menyampaikan, jika istilah banteng dan celeng di PDI Perjuangan bukanlah istilah baru. Menurutnya, istilah itu sudah sejak lama dipakai.

“Jadi, menurut saya mengapa ada istilah banteng dan celeng ini berangkat dari pidatonya Bung Karno pada 23 Januari 1945. Saat itu Bung Karno mengatakan syarat terbentuknya partai pelopor itu adalah disiplin kader partai. Oleh karena itu PDI ketika ingin menjadi partai pelopor maka seluruh kader harus disiplin,” urai Baginda yang saat ini duduk di Komisi C DPRD Jateng ini.

Baca Juga :  Empat Kali Berturut-Turut, Pemprov Jateng Terima Anugerah Parahita Ekapraya

“Disiplin yang bagaimana? disiplin yang tegak lurus terhadap apa yang menjadi keputusan. kader yang berpedoman kepada sikap politik, berpedoman kepada kebijakan, dan berpedoman kepada program perjuangan partai,” tandasnya.

  • Bagikan