GROBOGAN.NEWS Semarang

Gempa Guncang Salatiga dan Semarang. Inilah Instruksi dari Ganjar Pranowo

Ilustrasi > Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ist

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Gempa darat telah mengguncang sebagian wilayah di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga secara beruntun.

Informasi yang berhasil dihimpun, gempa bumi dengan magnitudo 3,0 yang terjadi di wilayah Kabupaten Semarang, pada Sabtu, 23 Oktober 2021 pukul 00.32 WIB hingga Minggu siang telah diikuti oleh 31 gempa susulan menurut pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Banjarnegara.

“Tercatat sebanyak 31 gempa susulan (terjadi) sejak main event (gempa utama) kemarin malam,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie dalam keterangan resminya.

Menurut dia, magnitudo gempa susulan bervariasi. “Paling besar yang dapat kami analisa sampai magnitudo 3,5,” kata dia.

Pada Sabtu pukul 00.32 WIB gempa dengan magnitudo 3,0 terjadi di wilayah Kabupaten Semarang.

Episenter gempa itu berada di darat sekitar 13 kilometer arah barat laut Kota Salatiga pada kedalaman enam kilometer.

Getaran akibat gempa bumi itu dirasakan di beberapa bagian wilayah Kabupaten Semarang, yakni Salatiga, Banyubiru, Bawen, dan Ambarawa.

Gempa itu diikuti oleh serangkaian gempa susulan dengan magnitudo bervariasi antara 2,1 sampai 3,5.

Sementara itu, guna mengantisipasi dampak buruk akibat gempa darat tersebut, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyatakan telah menginstruksikan kepada Wali Kota Salatiga dan Bupati Semarang agar menyiapkan tenda-tenda darurat.

Menurut Ganjar, sejumlah tenda sudah dipasang untuk persiapan.

“Ya, terkait terjadinya gempa di Salatiga dan Kabupaten Semarang, kemarin saya langsusngberkomunikasi dengan kepala daerah setempat. Sudah langsung dibuatkan tenda darurat juga sudah dipasang untuk persiapan,” imbuh dia.

Terkait gempa yang terus terjadi di Salatiga dan Ambarawa, Ganjar menjelaskan tim geologi masih terus bekerja menliti, maka kesiagaan masih perlu dilakukan.

“Dari Dinas ESDM mencoba mendampingi dan ikuti terus pergerakan sesar yang ada karena ini bukan vulkanik. Tim geologi lagi bekerja maka punya asumsi kita mesti siaga. Khusunya di daerah sesar khususnya di Salatiga dan Kabupaten Semarang,” terang Ganjar Pranowo lebih detail. Satria