Usai Melayani Pembeli, Penjual Es Dawet di Pasar Kota Sragen Ini Mendadak Lemas, Ambruk dan Meninggal

Ilustrasi mayat
Seorang Nenek Berusia 70 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Teras Rumah. Istimewa
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS  – Setelah selesai melayani, Maierul Warsito (58), penjual es dawet di  Pasar Kota Sragen mendadak kejang-kejang, sebelum kemudian tewas.

Suasana pun menjadi gempar dengan meninggalnya  pria asal Dukuh Gabusan RT 22, Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen itu.

Informasi  yang berhasil dihimpun di lapangan, insiden tragis itu terjadi pukul 12.15 WIB. Menurut keterangan sejumlah pedagang, tidak ada hal mencurigakan sebelum kejadian.

Baca Juga :  Petani di Sragen Dapat Tawaran Kerja Sama Kemitraan dengan Konsep Pertanian Modern

Siang itu, korban masih sempat berjualan es dawet seperti biasa. Sebelum kejadian, yang bersangkutan juga masih menyempatkan melayani pedagang yang memesan es dawetnya.

Namun beberapa saat kemudian, ia mendadak lemas lalu ambruk. Korban sempat mengejang sebelum kemudian mengembuskan nafas terakhirnya di lokasi jalan antar kios di Pasar Kota.

Baca Juga :  Baru Capai 40 Persen, Pemkab Sukoharjo Akhirnya Genjot Vaksinasi Covid-19

Insiden itu sempat membuat pedagang dan pengunjung yang ada di sekitarnya panik. Namun sebagian tak berani mendekat karena takut ada apa-apa pada korban.

Jenazah pria malang itu baru dievakuasi setelah petugas PMI Sragen tiba di lokasi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sragen oleh petugas setelah sebelumnya dilakukan swab antigen.

Baca Juga :  Menggembirakan, Kasus Covid-19 di Sragen Hanya Tambah 6 Orang Saja

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan