Kalangan Ustaz di Sragen Desak Aparat Tindak Tegas Judi yang Marak di Masa Pandemi

0309 togel
Ilustrasi judi togel / tempo.co
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Masih maraknya peredaran judi togel dan Capjikie di wilayah Kabupaten Sragen, membuat para kalangan tokoh agama bereaksi keras.

Reaksi tersebut terpicu oleh peristiwa kematian tambang judi Capjikie asal Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen, Sugimin (56), Rabu (1/9/2021) malam. Korban meninggal di lokasi penjualan capjikie akibat positif terpapar virus Corona.

Ustadz Mala Kunaefi, mantan Ketua Ormas FPI Sragen mengecam keras masih maraknya peredaran judi togel dan Capjikie di wilayah Sragen.

Ia pun mendesak aparat untuk bertindak tegas memberantas perjudian yang dinilai bukan makin mereda namun malah makin menjadi di Bumi Sukowati.

“Dari laporan yang kami terima, kami prihatin perjudian semakin marak. Di kampung-kampung, perjudian togel dan Capjikie makin marak dan vulgar dijual di warung-warung. Kasus pengepul yang meninggal positif Corona di Tanon itu salah satu bukti bahwa judi masih marak di masa pandemi,” paparnya kepada wartawan, Jumat (3/9/2021).

Baca Juga :  Baru Capai 40 Persen, Pemkab Sukoharjo Akhirnya Genjot Vaksinasi Covid-19

Ustadz Mala juga menyesalkan kinerja aparat penegak hukum yang terkesan kurang serius dalam menindak perjudian.

Hal itu dibuktikan dengan operasional judi togel dan Capjikie yang seolah sudah terang-terangan dan tidak lagi digelar di lokasi tersembunyi.

Selain pelanggaran hukum, aktivitas penjualan judi togel dan Capjikie di masa pandemi juga dinilai rentan memicu kerumunan dan penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Kasus Positif Covid-19 Menurun, Pemkab Sragen Tak Buru-buru Buka Objek Wisata

Karenanya ia mendesak aparat lebih tegas menindak semua penjual, pengepul, tambang yang masih beroperasi di lapangan.

Ia juga menantang aparat untuk berani memberantas bandar besar atau siapapun yang membekingi perjudian karena itu semua jelas melanggar hukum.

“Kami minta aparat tegas memberantas semua pelakunya. Mulai dari penjual, pengepul, bahkan sampai bandar besarnya. Atau oknum-oknum di belakangnya. Karena perjudian itu melanggar hukum dan harus diberantas,” tegasnya.

Terkait maraknya perjudian, pihaknya mengaku sudah berulangkali untuk melawan dan menyuarakan aspirasi kepada pemerintah dan penegak hukum.

Namun ia menilai memang tidak ada tindakan sama sekali.

“Tapi kami tidak putus asa, tetap akan kami lawan sampai Allah memberi pertolongan dan tentu semuanya atas kehendak-Nya,” tegasnya.

Baca Juga :  Petani di Sragen Dapat Tawaran Kerja Sama Kemitraan dengan Konsep Pertanian Modern

Selain judi, Mala juga menyoroti masih maraknya peredaran miras. Selain sudah ada Perda larangan Miras, ia memandang miras harus diberantas karena juga dilarang oleh agama.

Pernyataan itu dilontarkan menyusul hasil pantauan dan laporan masyarakat yang diterimanya terkait masih maraknya perjudian di wilayah Sragen.

 

Tambang Tewas Mendadak

Termasuk salah satunya di Tanon di mana salah satu tambang atau pengepul Capjikie di Desa Gawan, sampai tewas mendadak di lokasi lapaknya saat melayani pembelian kupon pada Rabu (1/9/2021) malam.

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan