Jokowi Lontaran Kritikan untuk Pendidikan di Perguruan Tinggi, Ini Rinciannya

Presiden Joko Widodo / liputan6
  • Bagikan

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS – Pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat dini, dan dampak yang terjadi pada dunia pendidikan pun sangat terasa.

Namun di luar itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keresahannya terhadap dunia pendidikan dan pengajaran di perguruan tinggi saat ini.

Keresahan tersebut disampaikan dalam pidatonya ketika menghadiri pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (14/9/2021).

Salah satu hal yang disampaikannya terkait materi yang diajarkan saat ini. Jokowi menyatakan tak ingin mahasiswa diajarkan ilmu 20 tahun lalu.

Baca Juga :  Gempa Bumi Guncang Bali, Tiga Orang Tewas dan 269 Rumah Rusak

Jokowi juga mengingatkan para rektor untuk mengembangkan bakat mahasiswa dengan memperbanyak mata kuliah pilihan.

Menurut Presiden, pembelajaran saat ini terkesan monoton dengan mengikut apa yang diajarkan pada masa-masa lalu.

“Jangan sampai mahasiswa masih kita ajari dan ini jangan dibiarkan kita untuk belajar hal-hal yang rutinitas. Hati-hati mengenai ini, hal-hal yang monoton,” jelas Jokowi.

Baca Juga :  Cegah Munculnya Klaster Baru Covid-19, Kemenag Luncurkan Pedoman Perayaan Hari Besar Keagamaan, Ini Rinciannya

“Tapi berilah kesempatan mahasiswa untuk mengambil kuliah sesuai talentanya. Ini yang harus kita fasilitasi, perbanyak mata kuliah pilihan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus,” tambah Jokowi, sebagaimana dikutip dari Liputan6.

Dilansir dari Liputan6.com, berikut deretan pesan Jokowi terhadap rektor terkait lingkungan perkuliahan saat ini:

 

Apa saja pesan dan kritik dari Presiden Jokowi? Ini rinciannya:

Baca Juga :  Berkat Tritter, Anak yang Hilang 5 Tahun Ini Ditemukan Hanya dalam 2 Hari

 

  1. Masih Ajarkan Ilmu 20 Tahun Lalu

Presiden Jokowi mengkritik perguruan tinggi yang masih mengajarkan ilmu 20 tahun lalu. Menurutnya, ilmu yang diajarkan pada semester lalu tak lagi relevan di semester berikutnya.

“Sekali lagi karena ilmu sekarang ini cepat berubah. Sekarang mungkin Bapak/Ibu sekalian memberikan kuliah, mata kuliah mengenai A, semester depan mungkin sudah tidak relevan lagi ilmu A ini,” kata Jokowi, Selasa, 14 September.

  • Bagikan