Ribuan Guru Honorer Sragen Terancam Gagal, Komisi IV DPRD: Bahaya Kalau Banyak yang tak Lulus dan Putus Asa

Ilistrasi Korpri / wikipedia
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Keluhan guru-guru honorer di Sragen yang terlalu keberatan dengan passing grade dalam seleksi PPPK akhirnya berbuntut panjang.

Komisi IV DPRD Sragen mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar mengajukan permohonan penurunan passing grade (PG) untuk kelulusan PPPK bagi guru honorer.

Hal itu dinilai penting untuk mengakomodir nasib ribuan guru honorer yang mayoritas gagal memenuhi PG dalam seleksi PPPK saat ini.

Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto menyampaikan prihatin dengan kondisi guru honorer yang saat ini mengikuti ujian seleksi PPPK.

Baca Juga :  Gojekan di Atas Motor Akhirnya Nggloyor, Sepeda Motor Ini Nggasak Avanza. 2 Orang Luka Parah, Sorang Luka Ringan

Banyak di antara mereka yang mengeluh kesulitan dan tidak mampu mencapai passing grade.

Kegagalan itu dikarenakan sulitnya materi ujian dan dianggap tak relevan dengan kompetensi para guru yang sudah berusia tua.

Menurutnya jika tidak diturunkan passing gradenya, maka akan banyak guru honorer yang tidak lulus. Hal itu sangat rentan dan akan makin menambah derita para guru honorer yang mayoritas sudah berusia di atas 40an tahun.

“Sangat bahaya sekali kalau sampai passing grade tidak diturunkan dan banyak yang nggak lulus. Sekarang kondisinya SD-SD guru PNS-nya hanya tinggal satu dua. Bayangkan kalau sampai para guru honorer itu putus asa lalu mogok seminggu saja. Bisa bubar nanti. Apalagi mereka sudah belasan hingga puluhan tahun mengabdi dengan gaji hanya sedikit. Apa pemerintah nggak kasihan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (21/9/2021).

Baca Juga :  Polemik Banteng Vs Celeng, Ini Sikap Ketua DPC PDIP Sragen

Legislator asal PDIP itu menyampaikan persoalan guru honorer itu adalah persoalan serius.

Jumlah guru honorer di Sragen berkisar antara 1.500 orang. Menurutnya pemerintah tak boleh menafikan pengabdian besar para guru honorer.

Baca Juga :  Breaking News : Lepas Kendali, Minibus Pembawa Rombongan Peziarah Asal Demak Masuk ke Jurang di Matesih Karanganyar

Sebab keberadaan mereka selama ini sudah banyak berkontribusi untuk mengisi kekosongan pendidik selama hampir belasan hingga puluhan tahun.

“Bagaimanapun pemerintah harus segera merespon. Intinya Kementerian harus menurunkan passing grade dan memberi afirmasi agar teman-teman guru honorer itu bisa diakomodir,” jelasnya.

Sugiyamto mengatakan pihaknya juga sudah berkomunikasi dan koordinasi dengan kepala dinas pendidikan terkait persoalan itu.

Ia berharap Kadinas bisa mengusulkan ke provinsi dan kementerian untuk menurunkan passing grade kelulusan PPPK bagi guru honorer.

  • Bagikan