Sempat Jadi Kontroversi, Pemkab Sragen Akhirnya Anggarkan Pembelian Obat Ivermectin untuk Pasien Covid-19

0508 ivermectin
Ivermectin 12 mg. Kementerian BUMN
  • Bagikan

 

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Setelah sempat menjadi perdebatan dari beberap kalangan, Pemkab Sragen akhirnya memutuskan untuk menganggarkan pembelian Ivermectin 12 mg ke dalam daftar obat terapi covid-19 yang akan dibagikan ke masyarakat.

Obat Ivermectin yang sempat menjadi perdebatan itu, dibeli bersama beberapa jenis obat terapi serta vitamin.

Paket obat itu dibagikan ke warga positif yang menjalani isolasi baik di rumah maupun isolasi terpusat di Technopark.

“Iya, kita anggarkan untuk pembelian Ivermectin. Kita kan punya anggaran 8 % dari DAU untuk penanganan covid-19. Salah satunya membeli obat-obat. Sebenarnya bukan hanya Ivermectin. Ada vitamin C, Vitamin D dan lain-lainnya, termasuk antibiotik, Paracetamol juga,” papar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , di Pemkab Rabu (4/8/2021).

Baca Juga :  Tak Kuat Nanjak, Truk Tronton Penuh Semen Ngglondor dan Menimpa Panther di Mondokan, Sragen

Bupati Yuni menyampaikan anggaran untuk pembelian Ivermectin tidak dialokasikan khusus. Akan tetapi menjadi satu dengan anggaran obat-obatan lainnya.

Untuk Ivermectin sendiri, anggarannya tidak sampai miliaran rupiah. Menurutnya Ivermectin yang sejatinya adalah obat parasit atau obat cacing itu dipilih karena termasuk salah satu obat untuk terapi alternatif untuk penanganan Covid-19.

Selain itu, fakta adanya perbaikan pada pasien yang sudah diujicoba untuk diberikan Ivermectin baik di Technopark maupun isoman di rumah, menjadi alasan penguatnya.

“Kemarin kita coba kan pada pasien kita yang ada di Technopark yang isolasi mandiri di rumah dan menunjukkan perbaikan. Ya kita pakai saja. Kita nggak ada khusus jenis ini ini. Saya hanya perintahkan ke DKK berikan obat yang bisa menyembuhkan masyarakat,” ujar dia.

Baca Juga :  Di Sragen, Sehari Hanya Ada Tujuh Kasus Positif dan Seorang Meninggal

Bupati yang juga berprofesi dokter itu menjelaskan selama ini juga tidak ada panduan baku atau clinical pathway untuk protokol kesehatan obat covid 19.

Tidak ada pula pedoman baku obat khusus untuk pasien tanpa gejala atau isoman. Selama ini untuk obat yang diterapkan hanya secara garis besar saja.

Misalnya harus ada vitamin C, vitamin D, antivirus dan penurun panas atau antibiotik.

“Kalau dia ada panas dikasih antibiotik kalau dia ada gejala panas dikasih Paracetamol itu saja,” tuturnya.

 

Meski demikian, Ivermectin dimasukkan dalam daftar pembelian Pemkab karena juga sudah masuk daftar obat yang direkomendasi BPOM untuk terapi penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Sragen Makin Berkurang. Hanya Tambah 10 Kasus dalam Sehari

Terlepas dari perdebatan atau keraguan yang mengiringi, Bupati menyebut fakta yang ada di lapangan menunjukkan sudah banyak pasien di Sragen yang sembuh setelah diberi Ivermectin baik dari DKK atau masyarakat relawan.

“Kalau soal keraguan, itu sama aja nanti ada keraguan tentang efektivitas obat antivirus untuk penanganan covid. Nanti ada pertanyaan lagi kenapa vitamin harus ini, ini lebih efektif dan lainnya. Pokoknya semua apa yang baik untuk masyarakat yang kita kasih lah. Kita coba,” jelasnya.

Menurutnya pembelian Ivermectin juga didasari kepercayaan dari masyarakat yang sudah merasakan efek perbaikan usai diberi dari relawan.

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan