Puluhan Warga Peringati HUT di Puncak Ketinggian, di Sragen

1708 puncak
Komunitas Goweser Goblak dipimpin Dirum PDAM, Handoko berpose bersama Kades usai upacara di Puncak Morojoyo. Foto/Wardoyo
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Puluhan warga dari berbagai komunitas berbaur menyatu untuk menggelar upacara bendera di Puncak Morojoyo, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Sragen salam rangka memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Selasa (17/8/2021) siang.

Di lokasi dengan ketinggian 350 di atas permukaan laut (MDPL) yang konon menjadi puncak tertinggi di Sragen itu, mereka dengan khidmat mengikuti prosesi upacara pengibaran sang saka merah putih.

Jalan terjal menuju puncak dan terik matahari tak menyurutkan antusias mereka. Upacara siang tadi digelar mulai pukul 15.00 WIB.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Polsek Gondang Sragen Gelar Vaksinasi Covid-19 Gratis Dengan Kuota 1.200 Dosis

Layaknya upacara HUT RI pada umumnya, upacara juga diiringi pengibaran bendera merah putih.

Hanya saja petugasnya diambil dari anggota komunitas gowes dan ibu-ibu. Semua peserta mengenakan kostum khas masing-masing. Sehingga nuansa keragaman pun makin terasa.

Kades Tanggan, Mulyanto didaulat menjadi pemimpin upacara dengan inspektur dipimpin Darmono.

Dalam amanatnya, Kades menyampaikan upacara HUT RI di puncak Morojoyo hari ini adalah kali kedua digelar semasa pemerintahannya.

Baca Juga :  Puluhan Kios dan Los di Pasar Tangen Sragen Terbakar, Ini Sebabnya

Ia mengapresiasi animo tinggi dari masyarakat dan peserta untuk ambil bagian. Ia pun berharap peringatan HUT RI ini bisa menjadi momentum untuk refleksi dan bangkit kembali di tengah terpuruknya semua sektor akibat dampak pandemi.

”Jutaan warga Indonesia merasakan betapa pedihnya situasi saat ini. Ini menjadi kaca benggala untuk kita membuka mata kita. Marilah kita semua berjuang dan semangat untuk menggerakkan semua sendi agar berjaya kembali,” ujarnya.

Kades menguraikan upacara tersebut digelar atas prakarsa Pemdes, Karang Taruna dan berbagai komunitas.

Baca Juga :  Habis Tabrak dan Lindas Pemotor Hingga Tewas di Sragen, Sopir Truk Malah Coba Kabur!

 

Destinasi Wisata dan Goweser

Selain membangkitkan nasionalisme, upacara itu sekaligus dijadikan momen untuk mengangkat potensi serta nilai sejarah budaya yang selama ini ada di Desa Tanggan.

“Ada banyak potensi peninggalan sejarah di Tanggan yang perlu dikenalkan ke masyarakat luas. Salah satunya Puncak Morojoyo ini, harapan kami ke depan potensi ini bisa makin diketahui khalayak sehingga jadi icon di Sragen,” terangnya.

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan