SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Pandemi Covid-19 benar-benar membuat seluruh warga, termasuk kalangan seniman Sragen habis-habisan.

Selama hampir dua tahun pandemi, usaha sound system juga mati tanpa hasil lantaran adanya pembatasan kegiatan dan hajatan.

Bahkan untuk bertahan hidup, sejumlah pengusaha sound system di Sragen terpaksa harus menjual barang hingga ternak yang mereka miliki.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Polsek Gondang Sragen Gelar Vaksinasi Covid-19 Gratis Dengan Kuota 1.200 Dosis

Kisah pilu itu diungkapkan pengusaha sound system Purwo Gumelar, Gondang, Fahruri Hartono.

Pria yang juga penasehat asosiasi pekerja sound system Indonesia (APSI) Sragen itu menuturkan dampak pandemi memang memukul usaha sound system.

Larangan hajatan dan perhelatan selama pandemi, membuatnya dan pengusaha sound system terpaksa tiarap tanpa bisa aktivitas.

Karena tanpa penghasilan, ia pun terpaksa menjual semua ternak kambing yang ia miliki. Total 22 ekor kambing yang ada di kandang, kini sudah ludes untuk biaya makan keluarga dan membantu pekerja-pekerjanya yang juga kehilangan pendapatan.

Baca Juga :  Ribuan Guru Honorer Sragen Terancam Gagal, Komisi IV DPRD: Bahaya Kalau Banyak yang tak Lulus dan Putus Asa

“Dulu waktu sebelum pandemi, saya nyambi ternak kambing. Ada lah kalau 22 ekor satu kandang. Karena 2 tahun usaha sound nggak jalan, ya terpaksa semua kambing dijual untuk beli beras dan makan. Gimana, pekerja saya kadang datang ke rumah sambat iki piye Pak, nggak punya beras. Nggak tega juga, ya akhirnya ternak yang ada satu-satu kita jual,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (22/8/2021).

Baca Juga :  Menggembirakan, Kasus Covid-19 di Sragen Hanya Tambah 6 Orang Saja

Halaman:
‹‹   1   2   3  

  Baca Selanjutnya ›   ››
  All