Lagi, Kasus Kebocoran Data Terjadi. Kali Ini 1,3 Juta Data Pengguna Aplikasi eHAC Kemenkes yang Diduga Bobol

3108 bocor 1
ilustrasi kebocoran data / pixabay
  • Bagikan

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS Sebanyak 1,3 juta data pengguna aplikasi Electronic Health Alert Card (eHAC) dari Kementerian Kesehatan diduga bocor.

Kebetulan, kebocoran itu terjadi di tengah anjuran pemerintah kepada masyarakta untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kebocoran itu diungkap oleh tim peneliti di vnpMentor’s, Noam Rotem dan Ran Locar. Namun apakah itu menyangkut aplikasi PeduliLindungi?

Baca Juga :  Terjerat Kasus Suap, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dikabarkan Resmi Tersangka

“Pengembang aplikasi gagal untuk menerapkan protokol keamanan data pribadi yang memadai dan membiarkan lebih dari 1 juta data pengguna terekspos,” demikian tertulis dalam laporan vpnMentor pada Senin (30/8/2021).

Laporan itu dirilis dengan judul: Aplikasi Covid-19 Pemerintah Indonesia Tidak Sengaja Mengekspos Lebih dari 1 Juta Orang dalam Kebocoran Data Massal. Total kapasitas data yang bocor mencapai 2 GB.

Baca Juga :  UU ITE Jadi Dasar Luhut dan Moeldoko Laporkan Aktivis ke Polisi

Sama-sama terkait dengan masalah kesehatan, ternyata kasus tersebut diduga tidak terkait langsung dengan aplikasi PeduliLindungi.

eHAC adalah layanan khusus yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

 

Pengisian e-HAC diwajibkan bagi masyarakat Indonesia yang hendak melakukan perjalanan di dalam negeri maupun luar negeri.

Baca Juga :  Kasus Suap Mantan Penyidik KPK, Robin Pattuju Berkali-kali Bawa Tas Penuh Uang dari Rumah Azis Syamsudin

Karena itu adalah aplikasi untuk perjalanan, maka data yang diduga bocor juga berkaitan dengan hal tersebut.

Peneliti menyebut ada empat jenis data yang bocor yaitu Covid-19 Test Data, e-Hac Account Data, Individual Hospital Data, dan Passenger Personally identifiable information (PII) Data.

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan