Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi, Pemkab Sragen Belum Berani Beri Pelonggaran

Sragen Yuni
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWSPemkab Sragen masih akan tetap akan mengetatkan pemberlakuan PPKM level 4, lantaran kasus positif Covid-19 masih lumayan tinggi.

Hal itu ditegaskan oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika ditemui di kantornya Rabu (4/8/2021).

Ia mengatakan, ragen dan daerah se-Soloraya masih dalam level 4. Status level 4 itu berlaku untuk satu wilayah Soloraya atau aglomerasi Solo dan sekitarnya.

Baca Juga :  Menggembirakan, Kasus Covid-19 di Sragen Hanya Tambah 6 Orang Saja

Khusus untuk Sragen, status level 4 disematkan karena beberapa indikator. Di antaranya angka kematian yang masih cukup tinggi, kemudian positivity rate yang masih tinggi pula.

“Lalu kasus aktif harian masih cukup tinggi juga. Itu yang membuat kita masih berada di level 4. Se- Soloraya lho ya, aglomerasi Soloraya,” paparnya.

Bupati menerangkan karena masih tinggi kasus, angka positif dan kematian, maka Pemkab Sragen akan lebih mengintensifkan tracking dan testing.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Polsek Gondang Sragen Gelar Vaksinasi Covid-19 Gratis Dengan Kuota 1.200 Dosis

Sesuai target kalau di Sragen, harusnya setiap hari diharapkan bisa melakukan 1.300 testing. Kemudian 1 kasus positif diharapkan bisa men-tracing hingga 15 orang kontak erat.

“Tapi kita baru sanggup 1 banding 5 banding 8. Nggak bisa 1 orang positif sampai 15 titik tracingnya. Kalau testing kita masih di kisaran 500. Mungkin itu yang masih harus dikejar,” terang Yuni.

Baca Juga :  Puluhan Kios dan Los di Pasar Tangen Sragen Terbakar, Ini Sebabnya

Sementara untuk angka kematian, Bupati menyampaikan dari beberapa analisa, tingginya angka kematian itu karena warga yang isolasi di rumah tidak terus terang soal kondisinya.

Sebagian di antara mereka merasa karena isolasi di rumah kemudian terjadi perburukan tidak segera dibawa ke rumah sakit.

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan