Setrum Tikus di Sragen Sudah Makan Korban Nyawa 18 Petani

1305 jebakan tikus
Para petani korban-korban setrum jebakan tikus di Sragen dari waktu ke waktu dalam beberapa bulan terakhir / Foto kolase: Wardoyo
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Meski diakui masih banyak tikus di wilayah Sragen, Dinas Pertanian Kabupaten Sragen minta para petani menghentikan pemakaian alat jebakan tikus yang menggunakan arus listrik.

Menurut deteksi dari Dinas Pertanian setempat, serangan hama tikus saat ini memang masih merajalela di Sragen. Kini serangan tikus hampir merata di semua wilayah di Kabupaten Sragen.

Baca Juga :  Baru Capai 40 Persen, Pemkab Sukoharjo Akhirnya Genjot Vaksinasi Covid-19

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Sragen, Ekarini Mumpuni Titi Lestari. Ia mengatakan sebenarnya dari dulu sudah membuat surat edaran.

Tidak hanya SK Bupati, SK dari Gubernur juga sudah ada edaran bahwa dilarang menggunakan jebakan tikus dengan aliran listrik.

Baca Juga :  Kasus Positif Covid-19 Menurun, Pemkab Sragen Tak Buru-buru Buka Objek Wisata

“Dari dulu sebenarnya sudah ada edaran. Edaran dari Pak Gubernur juga, ada edaran dari Pemkab juga bahwa dilarang mengunakan jebakan tikus aliran listrik,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (2/8/2021).

Ekarini mengklaim selama ini pihaknya sudah menyosialisasikan agar melakukan gerakan gropyokan serentak. Menurutnya langkah itu paling efektif untuk menekan hama tikus.

Baca Juga :  Pria Asal Sragen Ini Mencangkul Mobil Tetangga, Lalu Membakarnya Hingga Ludes Tinggal Kerangka. Ternyata Ini Sebabnya

Kemudian pemberantasan serentak itu juga diharapkan selalu disampaikan kepada petani.

 

Dinas menyediakan obat-obatan pembasmi hama tikus dan masyarakat yang membutuhkan diminta menghubungi ke dinas.

“Dinas juga siap obat-obatnya. Bagi yang ada hama kita siap untuk mensupport,” terangnya.

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan