Wacana Bupati Sragen untuk Revitalisasi TPA Tenggan Hanya Bikin Warga Merasa di-PHP

3007 TPA tenggan
Gunung sampah di TPA Tanggan Gesi Sragen yang membuat warga mendesak segera ditutup / Foto: Wardoyo
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWSJawaban Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengenai rencana revitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanggan, ternyata justru membuat warga sekitar TPA kecewa.

Pasalnya, warga Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Sragen mengaku sudah jenuh karena jawaban soal wacana penganggaran untuk revitalisasi sebenarnya sudah didengar sejak lima tahun lalu.

“Warga sangat kaget dan kecewa dengan pernyataan Ibu Bupati bahwa perbaikan tidak bisa seketika atau sak dhet sak nyet. Padahal warga kami sudah menyampaikan permasalahan soal TPA tersebut sejak beberapa tahun yang lalu,” papar Kades Tanggan, Mulyanto, kepada wartawan, Jumat (30/7/2021).

Mewakili warga dan tokoh masyarakat di 5 RT sekitar TPA yang selama ini terdampak, Mulyanto menyampaikan bahwa jawaban revitalisasi dan anggaran itu sudah sering didengar warga.

Baca Juga :  Digasak Truk di Jalan Solo-Sragen, 2 Pemotor Dikabarkan Tewas Mengenaskan

Bahkan jawaban serupa juga pernah disampaikan Bupati pada lima tahun lalu. Namun hingga kini, wacana revitalisasi itu tak juga direalisasi.

“Jadi warga ini merasa hanya di-PHP bertahun-tahun. Karena jawaban sudah menganggarkan revitalisasi itu juga disampaikan Bupati dan kita dengar sejak 5 tahun lalu. Sekarang sudah hampir dua tahun berjalan juga nggak ada realisasi, makanya warga sudah tidak tertarik lagi. Karena nggak mungkin jangka 4 tahun bisa selesai,” ujarnya.

Kondisi kolam pembuangan limbah tinja di TPA Tanggan yang tanpa instalasi pengolahan sehingga memperparah dampak polusi ke lingkungan sekitar. Foto/Wardoyo

Baca Juga :  Di Sragen, Sehari Hanya Ada Tujuh Kasus Positif dan Seorang Meninggal

Lebih lanjut, Kades menyampaikan berlarut-larutnya wacana revitalisasi TPA itu membuktikan bahwa dinas terkait dan Pemkab tidak serius memperhatikan TPA.

Selain sudah diajukan sejak 5 tahun lalu, hampir setiap saat desakan untuk dilakukan perbaikan pengolahan serta instalasi pengolah limbah tinja juga terus disuarakan warga ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Termasuk pada audiensi beberapa bulan lalu antara tokoh masyarakat dan DLH yang di antaranya menyepakati akan dibangun saluran serta instalasi pengolah limbah tinja.

“Tapi kan realitanya sampai sekarang belum direalisasi. Kalau memang serius sebetulnya dari dulu harusnya sudah dibuat perencanaan penanganan TPA sehingga tidak sampai overload. Anggaran malah dihamburkan untuk sesuatu yang tidak ada hasilnya seperti pembuatan gas alternatif LPG. Anggarannya waktu itu sangat fantastis tapi sama sekali tidak ada manfaatnya bagi warga,” tegas Kades.

Baca Juga :  Baru Capai 40 Persen, Pemkab Sukoharjo Akhirnya Genjot Vaksinasi Covid-19

Lima Tahun Di-PHP

Kades menyampaikan jauh hari sejak ia menjabat Kades, dirinya juga sudah melaporkan permasalahan TPA dan disertakan solusi pemecahannya bersama BUMDesa.

Namun hal itu tidak pernah dihiraukan. Sehingga ketika hampir lima tahun tidak juga direalisasi, ia menyebut Pemdes sudah tidak bisa mencegah keinginan masyarakat lagi.

“Terus terang warga sudah benar-benar jenuh. Makanya menyikapi apa yang disampaikan Pemkab melalui Bupati, warga tetap menghendaki TPA ditutup dulu sebelum benar-benar ada penanganan khusunya limbah tinja,” tandasnya.

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan