GROBOGAN.NEWS Solo

PPKM Darurat Masih Belum Berpengaruh di Sragen. Sehari Muncul  150 Kasus Positif dan 8 Meninggal

Ilustrasi Covid-19. Foto : Istimewa

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Kebijakan PPKM Darurat masih belum berpengaruh secara signifikan, setidaknya untuk Kabupaten Sragen.

Pasalnya, kasus positif Covid-19 di sana masih meningkat drastis. Sabtu (10/7/2021) kemarin, angka kasus covid-19 kembali meroket dengan penambahan sebanyak 150 kasus positif dalam sehari.

Tidak hanya itu, sebanyak 8 warga meninggal dengan hasil swab positif terpapar covid-19. Kemudian ada 24 warga positif yang berhasil sembuh sehari tadi.

Tambahan 150 kasus itu membuat jumlah kasus covid-19 Sragen hingga petang kemarin sudah mencapai 11.256 kasus.

Baca Juga :  Polisi dan Satgas Covid-19 Sambungmacan Sragen Bubarkan Hajatan, Karena Berlangsung Terlalu Lama

Sampai hari ini jumlah korban meninggal tercatat sudah mencapai 662 orang.
Fakta itu terungkap dari data yang dilansir oleh situs resmi gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Sragen, Sabtu (10/7/2021) petang.

Berdasarkan data yang dirilis petang ini, ada tambahan 150 warga yang kembali terpapar positif Covid-19 dalam sehari tadi. Kemudian 8 warga dilaporkan meninggal.

Baca Juga :  Kebakaran Lalap Rumah di Tawangsari Sukoharjo, Kerugian Capai Rp 2 Miliar

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto mengungkapkan ada tambahan kasus positif sebanyak 150 kasus.

“Ada tambahan 150 pasien positif hari ini. Lalu ada 8 yang meninggal dunia. Klaster keluarga masih paling banyak,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (10/7/2021) petang.

Sementara sampai hari ini total kasus positif sudah mencapai 11.256 kasus. Rinciannya 812 masih dirawat, 9887 pasien sembuh dan 557 meninggal dunia.

Baca Juga :  Setelah Bertikai dan Rusakkan 2 Rumah, Puluhan Pendekar dari 2 Perguruan Silat di Sragen Ini Kerja Bakti Lakukan Perbaikan dengan Dikawal Kapolres

Hingga hari ini jumlah total warga yang meninggal sudah meroket mencapai 662 orang.

Dari 662 orang meninggal itu, rinciannya 557 positif dan 103 suspect, satu pasien positif sembuh lalu meninggal dan satu balita pelaku perjalanan.

Tatag yang juga Sekda Sragen sangat berharap warga makin waspada dan menaati protokol kesehatan.

Yakni rajin mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Wardoyo