GROBOGAN.NEWS Solo

Ivermectin Jadi Buruan, Direktur Pabrik Pembuatnya Ungkap 3 Hari Diblokir BPOM dan Dilarang Mengedarkan. “Sepertinya Mereka Tidak Menginginkan Obat Ini Beredar!”

Mantan Bupati atau Bupati Sepuh Sragen, Untung Wiyono (kanan) didampingi Camat Karangmalang, Catur Darjanto saat menunjukkan obat Ivermectin yang diklaim sudah dibantukan ke warga dan menyembuhkan sekitar 1.000 pasien positif Covid-19, Rabu (30/6/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS– Direktur Marketing PT Harsen Laboratories, Riyo Kristian Utomo mengungkap fakta mengejutkan soal Ivermectin.

Setelah booming karena dinilai mampu menyembuhkan pasien positif Covid-19, obat itu mendadak dilarang dikeluarkan.

Riyo menyebut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah tiga hari melakukan sidak. Mereka kemudian memblokir obat Ivermectin keluar dari pabrik mereka.

“Sudah tiga hari (sejak Selasa) sampai Kamis, BPOM melakukan sidak dan memblokir obat Ivermectin keluar dari pabrik PT Harsen Laboratories. Berhari-hari mereka nongkrong memeriksa semua faktur di pabrik. Sepertinya mereka tidak menginginkan obat ini beredar dan dipakai untuk melawan Covid,” ujar Riyo lewat keterangan tertulis, Jumat, 2 Juli 2021.

Baca Juga :  Ratusan Warga Gesi, Sragen Desak TPA Tanggan Ditutup

PT Harsen Laboratories mengklaim obat cacing produksi mereka dapat menyembuhkan pasien Covid-19.

Untuk itu, Riyo meminta BPOM tidak melakukan upaya-upaya yang dinilai dapat menggangu proses produksi perusahaan yang berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur itu.

“BPOM harus berhenti mengintimidasi, kami menyediakan senjata Ivermectin melawan Covid. Jangan ada upaya sengaja agar kita kalah. Kita harus menang melawan Covid. Jangan ada yang menghalangi,” tuturnya.

Tempo masih mencoba menghubungi pihak BPOM untuk mengklarifikasi tudingan pemblokiran ini. BPOM dikabarkan akan menggelar konferensi pers.

Salah satu tokoh yang meng-endorse Ivermectin sebagai obat Covid-19 adalah Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko.

Baca Juga :  Remaja Tewas Seketika Saat Motornya Menggasak Becak Kayuh di Jalan Tanon-Sragen

Bekas Panglima TNI itu menggunakan atribusi sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) saat bicara Ivermectin.

Ia mengaku mengirim sejumlah dosis Ivermectin ke Kudus, Jawa Tengah yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Bupati Kudus HM Hartopo mengaku menerima 2.500 dosis Ivermectin untuk disebar ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas.

Sebelumnya, BPOM mengingatkan bahwa testimoni dari sejumlah pengguna Ivermectin mengenai khasiat obat itu tidak bisa dijadikan dasar mengklaim Ivermectin mampu menyembuhkan pasien Covid-19.

Sebab, banyak faktor lain yang juga dapat berpengaruh pada kesembuhan pasien, selain yang diduga merupakan efek dari Ivermectin, yang tidak dilaporkan. Oleh karena itu, masih perlu adanya pembuktian khasiat Ivermectin melalui uji klinik.

Baca Juga :  Setelah Hujat Pemerintah dan Tobat, Kades Jenar Ditunjuk Jadi Duta Vaksin Kabupaten Sragen

Senin pekan lalu, BPOM memberikan persetujuan pelaksanaan uji klinik (PPUK) Ivermectin untuk penggunaan sebagai obat Covid-19. Uji klinis akan dilakukan di delapan rumah sakit Jakarta.

“Badan POM sejalan dengan rekomendasi WHO memfasilitasi untuk segera pelaksanaan uji klinik yang diinisiasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan,” kata Kepala BPOM Penny Lukito melalui konferensi pers yang disiarkan di Youtube Badan POM RI, pada Senin, 28 Juni 2021.

Uji klinis dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan dengan pemberian obat kepada pasien selama 5 hari dan pemantauan dimulai 28 hari setelah pemberian obat.