GROBOGAN.NEWS Solo

Geregetan 2 Kali Suratnya ke Menkes Tak Digagas, Bupati Karanganyar Protes Soal Jatah Vaksin. Sebut: Kalau Vaksin Bisa Bikin Sendiri, Kita Bikin!

Bupati Karanganyar Juliyatmono. IST

KARANGANYAR, GROBOGAN.NEWS-Bupati Karanganyar Juliyatmono mengkritisi kebijakan PPKM darurat yang digulirkan pemerintah pusat.

Menurutnya, aturan PPKM darurat itu dinilai membuat pemerintah daerah seakan dibenturkan dengan masyarakat.

Hal itu dikarenakan kondisi selama PPKM membuat masyarakat gusar mengakses kebutuhan pokok dan kebingungan mencari vaksin.

“Pemerintah pusat harus konsekuen. Kalau dipaksa dengan kedaruratan, maka harus bersama. Jangan sepihak dan membenturkan daerah dengan masyarakat. Boleh dong daerah mengkritisi pusat. Saat akan memutuskan PPKM darurat, siapkan dulu perangkat apa yang dibutuhkan agar membangun optimisme masyarakat,” katanya kepada wartawan,” Selasa (13/7/2021).

Yuli menilai ada inkonsistensi ketika negara sudah mencanangkan menargetkan 70 persen warganya tervaksin. Sementara ketersediaan vaksin ke daerah tidak selancar yang dibutuhkan.

Baca Juga :  Sapi Kurban di Kartasura Sukoharjo Ini Disembelih Setelah Dikeluarkan dari Septictank. Lho, Kok Bisa?

Kemudian menurutnya seharusnya dengan orang di rumah saja selama PPKM darurat, mereka diberi kepastian.

Berada di rumah (alasannya) karena sedang menanti giliran divaksin yang sudah dijadwalkan. Jika menunggu dengan nyaman, tumbuh keyakinan.

Ia mengungkapkan saat ini masyarakat resah dengan berbagai informasi tentang sulitnya mengakses oksigen medis disertai tingginya angka kematian pasien Covid-19.

Jika pemerintah memperpanjang waktu PPKM darurat, sebaiknya memberi solusi atas keresahan itu.

“Yang membuat saya khawatir jika PPKM darurat diperpanjang. Praktis semuanya harus segera diberi solusi,” katanya.

Baca Juga :  Polisi dan Satgas Covid-19 Sambungmacan Sragen Bubarkan Hajatan, Karena Berlangsung Terlalu Lama

Ia mengakui berbagai desakan dari masyarakat secara langsung maupun lewat media sosial ibarat pil pahit bagi pemerintah daerah. Terutama perihal ketersediaan vaksin Covid-19 yang minim.

“Kalau bisa bikin (vaksin) sendiri, pasti kita bikin. Ini saja tiap hari mengajukan bantuan vaksin. Saya sudah meneken dua kali pengajuan 50 ribu dosis ke Kemenkes. Belum ada jawaban. Kita akhirnya mengandalkan yang diberi kuota seperti pak Dandim dan Kapolres,” terang dia.

“Siapa saja punya akses, kita cari. Tenaga vaksinator siap. Dari Dinkes Provinsi dapat kadang 3 ribu dosis, kadang 5 ribu. Saat HUT Bhayangkara kemarin agak banyak. Sekitar 6 ribuan dosis,” lanjutnya.

Baca Juga :  Terperosok Lubang Jalan Malam-malam, Pengendara Motor di Sambungmacan Sragen Tewas

Yuli menyebut sepengetahuannya, akan ada droping logistik vaksinasi dari Kementrian Koperasi dan UMKM sebanyak 50 ribu dosis ke pelaku usaha mandiri. Salah satu sasarannya ke Kabupaten Karanganyar.

“Idealnya jatah ke Karanganyar lebih banyak. Karena vaksinasi akan dilakukan di De Tjolomadoe. Prioritas ke pelaku usaha, rumah makan, ojek, UMKM dan pelaku bisnis serta pekerja yang membutuhkan surat jalan vaksinasi untuk bisa keluar masuk daerah,” katanya. Wardoyo

Artikel ini telah terbit di JOGLOSEMARNEWS https://joglosemarnews.com/2021/07/geregetan-2-kali-suratnya-ke-menkes-tak-digagas-bupati-karanganyar-protes-soal-jatah-vaksin-sebut-kalau-vaksin-bisa-bikin-sendiri-kita-bikin/