GROBOGAN.NEWS Solo

Zona Merah, Tahun Ajaran Baru 2021/2022, Siswa di Sragen Masih Online

Bupati Kudus Hartopo meninjau SMP 1 Jekulo dan SMA 1 Bae terkait pembelajaran tatap muka, Senin (12/4) kemarin. Ist

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Sudah pasti, para siswa di Sragen memasuki tahun ajaran baru 2021/2022 besok tetap melakukannya secara online atau daring.

Wacana pembelajaran tatap muka (PTM) yang digulirkan oleh Kemendikbud di tahun ajaran baru itu dipastikan belum akan diterapkan di Sragen.

Hal itu lantaran status Sragen masih masuk zona merah dengan risiko tinggi. Penambahan kasus harian yang masih relatif tinggi belakangan, menjadi faktor wacana PTM belum akan dilakukan.

Baca Juga :  Bupati Sragen Ajak 100 Lebih PNS yang Pernah Terpapar Covid-19 untuk Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

“Tahun ajaran baru tetap akan kita berlakukan online. Anak anak juga biasa dengan pembelajaran secara online, saya yakin bisa,” papar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (30/6/2021).

Bupati menguraikan keputusan meniadakan PTM, semata-mata demi menyelamatkan anak-anak. Selain kasus masih tinggi, saat ini penyebaran covid-19 juga sangat rentan menyasar anak-anak.

Baca Juga :  Sapi Kurban di Kartasura Sukoharjo Ini Disembelih Setelah Dikeluarkan dari Septictank. Lho, Kok Bisa?

Menurutnya, dengan adanya pandemi, hal itu juga memberikan pelajaran kepada anak-anak bagaimana membiasakan menerapkan kebiasaan sehat dengan prokes.

“Yang penting mereka selamat dulu. Kan kita masih di zona merah apalagi ini virus merambah ke anak-anak. Ini kan anak diajari bagaimana jaga jarak, cuci tangan dan lain-lain,” terangnya.

Bupati menegaskan jika dipaksakan PTM, ia khawatir rentan terhadap keselamatan anak. Pasalnya realitanya, anak-anak sudah taat prokes, orangtua yang menjemput justru banyak yang abai.

Baca Juga :  Tak Tega Lihat Seorang Nenek Histeris Dengar Bansosnya Diblokir Jika Belum Vaksin, Bupati Sragen Batalkan Rencana Pemblokiran

“Kalau anak-anak sudah tertib. Tapi orang tuanya yang kadang malah nggak paham. Masih bergerombol saat menjemput anak, anaknya sudah jaga jarak dan sebagainya. Tapi mbok-mboke pas jemput malah jagongan karo arisan. Podo wae saya bilang,” terangnya. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/06/fix-tahun-ajaran-baru-semua-sekolah-di-sragen-tetap-pembelajaran-online-bupati-sebut-kalau-anaknya-tertib-tapi-mbok-mbok-yang-jemput-malah-bergerombol-jagongan/