GROBOGAN.NEWS Solo

Lahan Terdampak Pembangunan Jalan Tol Solo-Yoga Baru Sebagian yang Peroleh Ganti Rugi

Ilustrasi kondisi lahan di lajur yang akan dibangun Jalan Tol Solo-Yogya di wilayah Boyolali.

BOYOLALI, GROBOGAN.NEWS-Hingga kini, baru sebagian pemilik tanah yang terdampak tol Solo- Yogya menerima uang ganti rugi (UGR).

Hal itu juga diakui Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Solo-Jogja, Christian Nugroho.

Dia mengungkapkan, untuk pencairan UGR di Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono sudah mencapai 70 persen. Selain Kuwiran, tol Solo- Yogya di Banyudono juga melintasi Desa Batan, Jembungan dan Sambon.

Baca Juga :  Puluhan Warga Desa Bener, Sragen Demo PT Glory di Balai Desa. Tuntut Kompensasi Rp 30 Juta Per KK dan Rp 1 Juta Tiap Bulan

“Pencairan uang ganti rugi lahan yang terdampak tol di Desa Kuwiran sekitar 175 bidang senilai Rp 165 miliar,” kata Christian, Minggu (20/6/2021).

Adapun total jumlah lahan di Desa Kuwiran yang terdampak Proyek Tol Solo-Jogja ada sekitar 217 bidang dengan total seluas 17,8 hektare. Saat ini 30 persen atau sekitar 42 bidang di Desa Kuwiran masih menunggu pencairan UGR.

Baca Juga :  Terperosok Lubang Jalan Malam-malam, Pengendara Motor di Sambungmacan Sragen Tewas

Demikian pula lahan yang terdampak Tol Solo-Jogja di Desa Batan, Jembungan dan Sambon, ketiganya masuk Kecamatan Banyudono, sebagian juga masih menunggu pencairan UGR.

“Untuk wilayah Desa Bendosari, Desa Jatirejo, Desa Kateguhan di Kecamatan Sawit, masih dalam tahap musyawarah.” Waskita

Baca Juga :  Wah, Ternyata Masih Banyak Perangkat Desa di Sragen Belum Vaksin Karena Takut!