GROBOGAN.NEWS Solo

“Gerakan Hari Minggu di Rumah”. Seluruh Pasar dan Toko di Boyolali Diwajibkan Tutup

Aktifitas di salah satu area di Pasar Cepogo, Boyolali. Foto : Waskita

BOYOLALI, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kabupaten Boyolali  bakal menutup aktivitas pasar dan pusat perbelanjaan pada Minggu (27/6/2021) dan Minggu (4/7/2021).

Penutupan itu terkait dengan gerakan Minggu di rumah guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Penutupan juga mencakup toko serta rumah makan dan warung milik warga,” ujar Aris Sulistyanto, Kabid Infrastruktur dan Pembinaan dan Penataan Pedagang Dinas  Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Jumat (25/6/2021).

Baca Juga :  PPKM Level 4 di Sukoharjo Belum Berdampak Signifikan, Kasus Positif Covid-19 dan Kasus Meninggal Masih Terus Bertambah

Dijelaskan, penutupan itu tercantum dalam SE No 510/2537 tentang pelaksanaan operasional perdagangan dalam penerapan PPKM yang dikeluarkan Disdagperin Boyolali.

Pihaknya mengaku sudah melakukan sosialisasi maupun pemberitahuan kepada para pedagang.

“Total ada 44 pasar yang dikelola Pemkab Boyolali yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Boyolali, termasuk pasar hewan,” ujarnya.

Kebetulan untuk pasar hewan yang bersamaan dengan pasaran wage pada MInggu (27/6) adalah Pasar Hewan Nogosari dan Karanggede.

Baca Juga :  Sragen Masuk Level 4, Bupati: Banyak Warga Tak Jujur dan Takut Dibawa ke Rumah Sakit

Mayoritas pedagang di kedua pasar itu adalah pedagang di wilayah kabupaten tetangga.

“Kami sudah mengontak pedagang melalui ponsel terkait penutupan pasar hewan tersebut. Pedagang diharapkan menyampaikan secara gethok tular kepada pedagang lainnya.”

Selama penutupan, lanjut dia, akan dilakukan gerakan kebersihan kawasan pasar oleh paguyuban pedagang pasar setempat. Selain itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan guna mengatasi penyebaran virus Covid-19.

Baca Juga :  Wah, Ternyata Masih Banyak Perangkat Desa di Sragen Belum Vaksin Karena Takut!

“Setelah pasar kembali buka, maka seluruh pedagang dan pengunjung diwajibkan mengenakan masker,” katanya.

Diharapkan, penutupan aktivitas perdagangan di hari libur tersebut bisa mengurangi tingkat penularan Covid-19. Mengingat di Boyolali terjadi lonjakan kasus Covid. Penambahan pasien baru mencapai ratusan orang setiap hari. Waskita