GROBOGAN.NEWS Kudus

Dilarang Jalani Isolasi Mandiri di Rumah, Ratusan Warga Kudus yang Terinfeksi Virus Corona Segera Dievakuasi ke Asrama Haji Donohudan

Ilustrasi : Bupati Kudus, Hartopo saat melaksanakan konsultasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara virtual di Command Center Diskominfo Kudus, Senin (24/5). Ist

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Lonjakan kasus covid-19 di Kudus yang terjadi pasca libur lebaran dan hingga kini belum ada penurunan angka covid-19. Bahkan, jumlah kasus Covid-19 terus mengalami lonjakan.

Para warga yang terinfekasi virus corona tengah menjalani isolasi mandiri. Rencananya, akan dievakuasi ke tempat isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali. Warga dilarang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Data yang berhasil dihimpun, jumlahnya mencapai 1.000-an pasien.

“Rencananya, pelaksanaan isolasi mandiri yang di rumah akan segera dievaluasi untuk isolasi terpusat, tidak boleh di rumah. Rencana kita evakuasi di Donohudan,” terang Hartopo kepada para awak media pada Minggu (6/6/2021).

“Ini kita rapat koordinasi, prosesnya kita evaluasi taruh di sana. Ada 1.000 lebih, kapasitas di sana 700-an di sini juga ada. Terutama kita evaluasi dulu, karena fasilitasnya di sana dokter spesialis, tempatnya mulai enak. Insyaallah mulai besok, makanya kita akan percepat,” ungkap Hartopo.

Baca Juga :  Selesai Isolasi Terpusat di Asrama Haji Donohudan 307 Warga Kudus Dipulangkan, 3 Warga Wafat saat Jalani Isolasi Terpusat   

Pada bagian lain, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, menyebutkan bahwa kebijakan dari Pemprov Jateng adalah isolasi dilakukan terpusat di Asmara Haji Donohudan. Menurutnya, isolasi mandiri di rumah kurang efektif apalagi saat isolasi mandiri bisa berkumpul dengan keluarga yang lain.

“Jadi kebijakan kita di provinsi bahwa isolasi mandiri apabila tidak memungkinkan di rumah masing-masing karena persyaratan sangat banyak. Harus terpisah dengan anggota keluarga lain, punya kamar sendiri, kamar mandiri sendiri dan itu sulit dipenuhi untuk masyarakat maka harus diisolasi terpusat,” terang Yulianto.

Baca Juga :  Sidak ke Desa Banyuputih Zona Merah Covid-19 di Jepara, Gubernur Ganjar Tekankan Disiplin Prokes di Sektor Industri

Lebih detail, Yulianto mengungkapkan, ada dua tempat yang dijadikan tempat isolasi mandiri. Pertama di Asrama Haji Donohudan dan di kampus BPSDMD di Srondol, Semarang. Kapasitasnya keseluruhan bisa mencapai 1.000 orang.

“Pemprov sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat pertama Asrama Haji Donohudan di Boyolali dan yang satunya kampus BPSDMD di Srodol (Semarang),” kata dia.

“Kapasitasnya cukup banyak di Donohudan itu sekitar 800 an lalu di kampus bisa 350 an. Jadi hari ini sudah kita siapkan petugas personel untuk menerima evakuasi. Armada TNI-Polri mereka siap,” sambungnya.

Baca Juga :  Saat Nusron Wahid Mengubah Pesantrennya Jadi Rumah Sakit Darurat untuk Isolasi Mandiri untuk Pasien Covid-19

Menurutnya evakuasi akan dilakukan mulai hari ini. Rencananya ada 300 orang terlebih dahulu akan di kirim ke Asrama Haji Donohudan.

Yulianto mengatakan sejumlah fasilitas pun sudah disiapkan, seperti tenaga dokter, perawat dan keamanan.

 

“Mungkin hari 300-an, ini rapat teknisnya. 300-an ini kita siap kirim ke Donohudan. 109 orang sudah terisi dari Solo dan sekitarnya. Kita 24 jam ada dokter, perawat petugas gizi, keamanan ada tenaga kesehatan,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, kemarin (5/6/2021) mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah Lukmono Hadi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengahuntuk mengecek langsung penanganan rumah sakit terhadap pasien covid-19 yang terus melonjak.Nor