Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkot Semarang Kembali Prioritaskan Program PKM

  • Bagikan

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Program pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) kembali kembali diprioritaskan guna memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kota Semarang.

Hal tersebut langkah antisipasi terhadap peningkatan angka penderita positif di wilayah ibu kota provinsi Jawa Tengah.

Atas dasar itu, Pemerintah Kota Semarang pun mengeluarkan revisi kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) melalui Peraturan Wali Kota Semarang nomo 26 tahun 2021. Peraturan tersebut akan berlaku efektif mulai hari Senin, 7 Juni 2021 besok.

Baca Juga :  Bertamu ke Rumdin Ganjar Pranowo, Fadly Malah Cerita Tentang Burung Merpati  

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, ada beberapa poin yang diatur ulang dalam revisi PKM yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Semarang kali ini.

Antara lain terkait jam operasional tempat usaha yang sebelumnya telah dilonggarkan, saat ini kembali diperketat. Pengetatan itu juga diberlakukan untuk operasional tempat perbelanjaan.

Baca Juga :  Loyalis Ganjar Sebut Bambang Pacul Lahirkan Kader Bermental Bebek, Wakil DPD PDIP Jateng Tegaskan Kemenangan Ganjar di Pilgub Juga Karena Barisan Partai Solid!

“Sejumlah poin kami berlakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 di antaranya pembatasan jam operasional tempat usaha, tempat hiburan, resto, cafe, warung makan yang semula hingga pukul 00.00 dikurangi maksimal hingga pukul 23.00 WIB.

Sementara untuk pasar modern, mall, swalayan dibatasi operasionalnya hingga pukul 22.00 WIB,” terang Iswar.

Baca Juga :  Empat Kali Berturut-Turut, Pemprov Jateng Terima Anugerah Parahita Ekapraya

Lebih lanjut, Sekda Kota Semarang tersebut juga mengungkapkan untuk kegiatan sosial budaya termasuk hajatan dapat dihadiri maksimal 100 orang tamu atau 50% dari kapasitas ruangan.

Hal yang sama juga berlaku untuk aktivitas keagamaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing.

  • Bagikan