GROBOGAN.NEWS Semarang

Satpol PP Kota Semarang Tutup Lima Gerai Cepat Saji di Kota Semarang, Ada Apa?

Ilustrasi Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto saat memberikan imbauan kedisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakat. Foto :Dok

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kota Semarang kembali menggulirkan kebijakan tegas guna memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19.

Melalui jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, telah melakukan penindakan tegas terhadap sejumlah restoran cepat saji.

Penindakan ini dilakukan setelah ditemukan adanya kerumunan konsumen yang mengantre promo produk.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto kepada para awak media pada Rabu (9/6/2021) mengungkapkan, dalam giat ini, penindakan tegas penutupan dilakukan terhadap liima gerai restoran cepat saji di sejumlah lokasi yang ditutup.

Baca Juga :  Info Penting !! Kota Salatiga Zona Merah, Inilah Berbagai Aturan dan Kebijakan Terbaru yang Wajib Dipatuhi

Penutupan itu berawal dari laporan tentang adanya antrean pengemudi ojek daring yang sedang menunggu pesanan di restoran tersebut.

Akibatnya, kata dia, terdapat pembeli yang membeludak di sejumlah gerai restoran cepat saji tersebut.

Baca Juga :  Sebanyak 86 Persen Sampel Covid-19 dari Wilayah Kudus Termasuk Virus Covid-19 Varian India

Oleh karena itu, dia mengimbau pihak manajemen restoran memikirkan dampak dari promosi yang dilakukan tersebut.

Menurut dia, penindakan ini dilakukan dengan menempelkan segel tanda penutupan sementara dengan menghentikan sementara kegiatan di tempat usaha tersebut.

“Iya, penutupan bersifat sementara, paling tidak 2 hari, nanti silakan menghubungi Satpol PP,”urai Fajar kepada para awak media.

Baca Juga :  16 Pegawai PN Semarang Kena Corona, Tiga Taman di Kota Semarang Ditutup Sementara

“Dalam menegakan kedisiplinan protokol kesehatan Pak Wali Kota beserta seluruh jajaran sudah sangat maksimal,” jelas dia.

“Begitu pula jajaran TNI, Polri bersama Satpol PP terus meningkatkan pengawasan dan menggelar sosialisasi disiplin protokol kesehata. Namun ada yang menyelekan, jadi harus ditindak tegas,” imbuh dia.