GROBOGAN.NEWS Solo

Gelar Hajatan di Masa Pandemi, Bupati Sragen Minta Prokes Tetap Ditegakkan Termasuk bagi PNS dan TNI/Polri

Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Hajatan di Sragen yang mengabaikan protokol kesehatan, membuat Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta  agar PNS, TNI/Polri, kepala desa dan perangkat desa untuk memberi teladan disiplin protokol kesehatan jika menggelar hajatan atau perhelatan.

Bagaimana jika PNS dan TNI/Polri menggelar hajatan, menurut Bupati aturan Prokes tetap ditegakkan.

Sanksi tegas bakal disiapkan bagi mereka para abdi negara dan penyelenggara pemerintahan yang nekat dan terbukti abai prokes dalam menggelar hajatan.

“Kemarin waktu kami meninjau ke kecamatan, ada pertanyaan bagaimana kalau pernahkah, PNS atau TNI/Polri yang punya hajat tapi tidak sesuai prokes? Tentu akan ada tindakan tegas minimal teguran. Ini PR Pak Sekda untuk merumuskan terhadap para PNS yang punya kerja,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (4/6/2021).

Baca Juga :  35 Santri Ponpes di Cepogo Boyolali Kena Virus Corona setelah Petinggi Ponpes Terima Tiga Tamu dari Kudus

Menurutnya para PNS, TNI/Polri hingga perangkat desa sudah seharusnya menjadi contoh dan memberi contoh kepada masyarakat.

Jika terpaksanya menggelar hajatan, maka prokes menjadi mutlak diperlukan. Yakni dengan jaga jarak, pakai masker, mbanyu mili, dan kapasitas 50 persen tempat duduk.

Apabila ada yang tidak sesuai prokes, diharapkan Satgas juga berani untuk melalukan teguran bahkan membubarkan.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan memang sudah ada laporan dan keluhan soal itu. Ada pula camat yang menyampaikan bahwa PNS yang menggelar hajatan dan tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Laporan sudah ada. PNS hajatan nggak .banyu mili, piring terbang. Saya harap agar ke depan sampai nanti pandemi benar-benar bersih agar ASN memberikan contoh kalau punya hajatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Klaster Kudus di Miri Sragen Berlanjut. Muncul 14 Kasus Baru Positif Covid-19 di Beberapa Desa

Terkait hal itu, pihaknya akan membuat surat edaran dulu dan imbauan agar PNS bisa memberikan teladan bagi lingkungan jika menggelar hajatan harus mengedepankan prokes.

Selain menghindari sanksi, hal itu juga diperlukan untuk menghindari jangan sampai menimbulkan kecemburuan di mata masyarakat bahwa seolah-olah ASN atau PNS diistimewakan.

“Soal punishment-nya bagaimana, nanti akan dikoordinasikan dengan rekan-rekan yang ada di lapangan,” tandasnya.

Di sisi lain, laporan adanya pelanggaran prokes pada hajatan PNS, mencuat akhir pekan lalu. Salah satu hajatan yang digelar salah satu PNS di Gedung SMS, mengundang sorotan dan damai jadi pergunjingan karena memicu kerumunan.

Baca Juga :  Klaster Kudus di Sragen Bertambah 11 Kasus Lagi

Antrian panjang dan kerumuman tamu yang mencapai ratusan memenuhi pintu masuk gedung SMS. Bahkan dari foto yang beredar, para tamu berdesakan memasuki pintu gedung sampai tak ada sela.

“Saya sampai mblenger melihatnya. Kok masa pandemi prokes nggak diterapkan. Tamu uyel-uyelan nggak ada selanya. Akhirnya saya dan beberapa teman balik dan sumbangan saya titipkan. Daripada berisiko, karena memang nggak ada jarak sama sekali. Padahal yang punya hajat PNS di bidang kesehatan lagi. Harusnya kan memberi contoh yang baik,” ujar N, salah satu PNS di Sragen kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (4/6/2021). Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di  https://joglosemarnews.com/2021/06/hajatan-pns-di-sragen-jadi-rasanan-karena-uyel-uyelan-abai-prokes-ratusan-tamu-berdesakan-di-pintu-masuk-tanpa-sela-bupati-minta-tindakan-tegas-sekda-siapkan-surat-edaran/