GROBOGAN.NEWS Umum Pantura

Panglima Santri Gayeng Nusantara Kembali Gelorakan Semangat Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, menyerahkan bantuan untuk anak yatim dan kaum dhuafa untuk musala dan TPQ dari di Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Brebes, Minggu (23/5/2021). Ist

BREBES, GROBOGAN.NEWSWakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen kembali menggelorakan semangat berbagi dengan anak yatim dan kaum dhuafa.

Pada Minggu (23/5/2021), bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyerahkan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa serta bantuan untuk musala dan TPQ dari di Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Brebes.

Selain Wagub Taj Yasin bersama istri Nawal Arafah, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah alumnus Ponpes Al Anwar yang tergabung dalam Himpunan Mutakhorijin Mutakhorijat Al-Anwar Sarang (Himma) Brebes.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin dan istri menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Musala Nurul Islam dan TPQ Nurul Anwar Brebes masing-masing Rp25 juta, serta peralatan sekolah kepada 50 anak yatim, dan santunan 15 duafa.

Salah seorang penerima bantuan, Agus Riyanto mengatakan bantuan Baznas Jateng sebesar Rp25 juta akan digunakan untuk merenovasi toilet, masang plafon musala, dan sarana umum lainnya yang sudah rusak.

Menurutnya,  warga Karangsembung merasa sangat terbantu dengan adanya sumbangan untuk perbaikan tempat ibadah dan lembaga pendidikan agama.

“Alhamdulillah kami sangat senang, terima kasih yang telah memberikan sumbangan untuk musala kami. Saya selaku pengurus  Musala Nurul Islam sekaligus mewakili warga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemprov Jateng,” ucapnya.

Senada dengan Agus Riyanto, salah seorang anak yatim Riski Pratama mengaku senang mendapatkan bantuan peralatan sekolah. Usai menerima bantuan, pelajar kelas IV SD Negeri 1 Karangsembung itu, akan semakin giat belajar dan mengaji.

“Tadi dipanggil ke acara ini untuk menerima tas sekolah. Saya sangat senang dapat bantuan ini,” katanya.

Sementara itu, Taj Yasin dalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan kepada para alumnus Ponpes Al-Anwar Sarang.

Di antaranya mengenai keutamaan membantu masyarakat miskin, serta pelaksanakan pengajian di tengah pandemi dengan pembatasan peserta.

Terkait pelaksanaan pengajian di tengah pandemi Covid-19, menurut Gus Yasin bisa tetap dilaksanakan dengan memecah atau memperkecil peserta guna mencegah penularan.

Misalnya biasanya majelis dengan 100 jemaah dipecah menjadi separuh atau dengan jumlah lebih kecil lagi.

“Kita dituntut untuk mengerti supaya tidak menyakiti diri sendiri maupun orang lain dan bagaimana caranya supaya sama-sama enaknya, yaitu ngajinya dibatasi asalkan ada. Kalau ngajinya dibatasi, artinya butuh lebih banyak orang yang bisa menyampaikan ilmu,” terang Gus Yasin.

“Karena yang awalnya majelis 100 orang diampu satu orang, sekarang dipecah-pecah dan semakin kecil maka butuh banyak ustad,” sambung Wagub Jateng yang juga mengemban amanah sebagai Panglima Santri Gayeng Nusantara ini.

Untuk mengatasi kebutuhan ustad atau guru mengaji di tengah pandemi,  Gus Yasin meminta pondok pesantren fokus mencetak kader-kader yang tidak hanya memahami ilmu yang didapat selama belajar di pesantren, melainkan juga bersedia mengajarkan atau mengamalkan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat.

“Saya ingin pondok-pondok pesantren fokus mencetak kader yang bisa mengajar dan bersedia mengajar,” terang dia.

“Pintar banyak tapi yang mau mengajar itu yang susah, mau mengajar atau tidak. Saya tahu santri-santri ini mengerti agama tapi kadang mau mengajar atau tidak,” pintanya.

Sekedar diketahui, kegiatan yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 itu, dibuka dengan mauidhah hasanah oleh Nawal Arafah Yasin kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Idror Maimoen yang merupakan adik kandung Taj Yasin Maimoen.Arya