GROBOGAN.NEWS Solo

Ketua DPRD Sragen dan Warga Ramai-ramai Bangun Kembali Rumah Mbah Giyono Asal Sragen yang Ludes Dibakar Anaknya

Ketua DPRD Sragen, Suparno saat menyerahkan bantuan santunan dan bingkisan ke rumah almarhumah Sutarti / Foto: Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Rumah Mbah Giyono (68) asal Sragen yang ludes dilalap api karena dibakar anaknya sendiri, Mulyadi (38), Sabtu (15/5/2021) pagi, mengundang empati dari warga sekitar.

Pasalnya, kondisi korban yang sudah tua dan ekonomi tidak mampu, membuat warga berhamburan turun tangan membantu pemadaman saat kebakaran terjadi.

Rumah Kakek malang itu dilalap api usai sengaja dibakar oleh anaknya sendiri, Mulyadi (38), Sabtu (15/5/2021) kemarin.

Salah satu yang terketuk hatinya untuk membantu korban adalah Ketua DPRD Sragen, Suparno. Dia  langsung terjun ke lokasi dan berinisiatif menggelar rapat bersama warga dan tokoh setempat membahas perbaikan rumah korban.

“Iya, tadi kami ke lokasi kejadian karena kebetulan lokasi rumah korban tidak jauh, hanya di gang depan. Tadi saya langsung inisiatif bersama Ketua RT mengumpulkan warga. Intinya membahas untuk gotong royong membangun kembali rumah korban. Kasihan, karena kondisinya sudah tua dan ekonominya tergolong kurang mampu,” papar Suparno, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (15/5/2021).

Baca Juga :  Lagi, 2 Orang Warga Sukoharjo Meninggal Covid-19, Total Menjadi 479 Warga

Menurut rencana, perbaikan rumah Mbah Guwo akan dimulai besok pagi. Dana perbaikan nantinya akan digalang dari keikhlasan warga yang ingin membantu.

Suparno yang juga kader PDIP itu menyampaikan perbaikan memang mendesak dilakukan karena kondisi korban memang benar-benar tidak mampu.

Data yang dihimpun sementara, peristiwa tragis itu terjadi sekira pukul 10.45 WIB. Kejadian bermula ketika pelaku yang diketahui mengalami gangguan jiwa mendadak mengamuk.

Sejurus kemudian, ia langsung mengambil korek api dan membakar rumah yang bertahun-tahun menjadi tempat tinggalnya bersama orangtua.

“Kejadian sekitar pukul 10.45 WIB. Yang membakar anaknya sendiri Mas Mul, yang selama ini mengalami gangguan jiwa. Tidak tahu awalnya, warga tahunya rumah sudah terbakar dan dia (Mul) bawa korek api,” papar Ketua DPRD Sragen, Suparno yang juga tetangga dekat korban.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Soloraya Melonjak, Ruang ICU di Lima RS Penuh Terisi Pasien Terpapar Corona

Kader PDIP Sragen itu menguraikan Mul ditengarai sengaja membakar rumah orangtuanya lantaran mengalami tekanan jiwa.

Mendapati kejadian itu, ia bersama warga langsung datang membantu melakukan evakuasi dan pemadaman swadaya.

Tak lama berselang, tim pemadam kebakaran, Inafis Polres, BPBD dan lainnya tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Beruntung berkat kesigapan warga dan bantuan pemadam, api bisa dijinakkan sebelum rumah ludes terbakar.

“Kondisi korban tergolong keluarga tidak mampu,” jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Sragen Kota AKP Mashadi membenarkan kejadian itu. Dari hasil pengecekan di lokasi kejadian, kebakaran memang diakibatkan ulah anak korban, Mulyadi yang mengamuk dan nekat membakar rumah orangtuanya.

Baca Juga :  42 Jukir Liar yang Gentayangan di Sragen Kota Dikukut Polisi

Namun ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Semua anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri saat insiden terjadi.

“Kronologinya, anak korban yang mengalami gangguan jiwa kambuh lalu mengamuk dan membakar rumah. Tapi api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,” terangnya.

AKP Mashadi menambahkan dari riwayatnya, pelaku memang memiliki gangguan jiwa sudah hampir 10 tahun. Hal itu juga diperkuat dengan surat pemeriksaan dari rumah sakit jiwa (RSJ) Solo.

Selama ini pelaku juga sudah sering menjalani perawatan di RSJ. Acap kali kambuh, pelaku kadang melampiaskan dengan cara mengamuk.

“Kemungkinan kambuh karena mengalami depresi berat,” tukasnya. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/05/tak-tega-lihat-kondisi-korban-ketua-dprd-sragen-langsung-inisiatif-kumpulkan-warga-gotong-royong-bangun-rumah-mbah-guwo-yang-dibakar-anaknya-pagi-tadi-trenyuh-kondisi-ekonomi-tidak-mampu/