GROBOGAN.NEWS Solo

Kasus Klaster Tarawih di Sambirejo Sragen Melonjak Lagi. Sehari Tambah 9 Orang

ilustrasi virus Corona

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Sampai kini, kasus penyebaran Covid-19 dari klaster tarawih  di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten  Sragen masih  terus bertambah.

Lagi-lagi, sebanyak sembilan  warga kembali dinyatakan positif tertular setelah diketahui kontak erat dan ikut salat tarawih di masjid yang imamnya diketahui  terpapar positif.

Menurut Kepala Puskesmas Sambirejo, Wisnu Retnaningsih, dampai dengan   Sabtu (8/5/2021) malam, jumlah total kasus positif klaster tarawih di Desa Sambirejo mencapai 12 orang.

Angka itu mengalami penambahan sembilan kasus baru dari sebelumnya 12 kasus. Tambahan sembilan kasus baru itu diperoleh dari hasil tracking lanjutan setelah ada tambahan dari kasus awal.

Baca Juga :  Heboh, Seorang Pria Berusia 58 Tahun Wafat Usai Larung Pusaka Miliknya di Sungai Bengawan Solo

“Totalnya sampai tadi malam ada 21 pasien yang positif dari klaster tarawih. Yang masih menunggu hasil swab PCR ada 26 orang,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Wisnu menguraikan dari awal, kasus positif klaster tarawih itu dimulai dari pak ustadz sekaligus imam masjid yang diketahui positif pada Minggu (2/5/2021).

Kemudian esok harinya, Senin (3/5/2021), anaknya yang mengajar TPA sekaligus guru ngaji serta menantu juga positif terpapar.

Baca Juga :  Gerakan Minum Jamu Kembali Berkumdang di Boyolali, Ada Apa?

Berikutnya ada 8 warga yang terkonfirmasi dari hasil tracking setelah terlacak kontak erat dengan mereka.

“Terus sorenya ada lagi 1 pasien yang positif sehingga total 12. Nah, tadi malam ada tambahan 9 warga lagi yang positif sehingga total 21 warga yang terkonfirmasi,” terangnya.

Wisnu menyampaikan selain 21 warga yang positif, masih ada 26 orang yang hingga kini masih menunggu hasil swab PCR.

Mereka terdiri dari 24 anak-anak dan 2 orang dewasa. Para anak itu merupakan siswa yang belajar di TPA dan sempat kontak erat dengan anak pak ustadz pengajar ngaji.

Baca Juga :  Warga Sekitar Gunung Pegat, Bulu Sukoharjo Heboh! Ditemukan Tengkorak Manusia, Tulang Belulang dan Sarung

“Mayoritas adalah warga di lingkungan musala itu. Tidak ada yang dari luar. Alhamdulillah dari usianya rata- rata di bawah 50 tahun dan komorbidnya tidak banyak. Jadi kondisi secara umum meski ada gejala tapi nggak berat,” terang Wisnu.

Ditambahkan sampai 21 kasus itu, proses tracing dan swab warga yang terlacak kontak erat sudah tuntas. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/05/meledak-lagi-kasus-klaster-tarawih-di-sambirejo-sragen-tambah-9-orang-tadi-malam-total-sudah-21-warga-positif-26-orang-masih-menunggu-hasil-pcr/