GROBOGAN.NEWS Solo

Anggaran Sebesar Rp50 Miliar Digelontorkan untuk Revitalisasi Tahap II Rowo Jombor

Ilustrasi Kawasan Wisata Rowo Jombor Klaten.

KLATEN, GROBOGAN.NEWS-Proyek revitalisasi objek wisata kawasan Rowo Jombor yang terletak di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten tahap kedua segera dijalankan.

Dana sebesar Rp50 miliar disiapkan untuk untuk proyek revitalisasi rawa seluas 198 hektare.

Kabar itu disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Agus Rudyanto usai melaksanakan rapat bersama Forkopimda Kabupaten Klaten dan dinas terkait di Ruang Rapat Setda Kabupaten Klaten, Rabu (19/5/2021).

“Jadi tadi saya sudah menemui Bupati Klaten. Intinya saya kula nuwun atau minta izin untuk melaksanakan revitalisasi Waduk Rowo Jombor,” terang dia.

Baca Juga :  Di Sragen, 2 Warga Meninggal Terpapar Covid-19 dan 40 Orang Demam dan Sakit dengan Indikasi Mengarah Covid-19

“Bulan ini (Mei) revitalisasi Rowo Jombor akan segera dimulai. Untuk proyek revitalisasi menelan anggaran Rp50 miliar lewat APBN,” ungkapnya.

Adapun rincian objek yang akan dikerjakan melalui proyek revitalisasi ini, Agus menyebutkan sesuai dengan tugas dan fungsi BBWS Solo adalah membangun environment di sekeliling waduk. Tujuannya agar tanggul waduk kebanggaan masyarakat Klaten ini tidak longsor.

“Melalui revitalisasi ini akan membuat pedestrian jogging track di sekeliling Rowo Jombor, membuat pengamanan pembendung, serta mengatasi sedimentasi,” jelas dia.

“Prioritas lain adalah penataan rumah apung dan kerambanya juga akan ditertibkan dan ditata. Nanti tanggal 21 Mei 2021 direncanakan ada sosialisasi,” terangnya.

Baca Juga :  Lagi, 2 Orang Warga Sukoharjo Meninggal Covid-19, Total Menjadi 479 Warga

Menanggapi rencana revitalisasi Rowo Jombor, warga Krakitan, Bayat, Klaten, Siswanto (54), saat ditemui, Rabu (19/5/2021), menyambut baik pelaksanaan proyek. Harapannya agar penataan Rowo Jombor bisa meningkatkan ekonomi masyarakat secara merata.

“Kami berharap selain tanggul Rowo Jombor diperkuat, fasilitas jalan lingkar juga diperhatikan karena sebagian ada yang rusak. Sedangkan untuk aktivitas wisata seperti wisata kapal, parkir dan pengelola warung apung, juga diatur lebih baik dengan memberdayakan masyarakat asli Krakitan,” harapnya.

Baca Juga :  Kehabisan Bensin di Jalan, Pria Tua Ini Nyolong Motor di Pinggir Jalan, Coba Melawan Saat Diamankan

Pegiat sungai asal Prambanan, Klaten, Arif Fuad Hidayat (42) berharap, revitalisasi Rowo Jombor yang akan dilakukan bisa memulihkan kondisinya yang sering kotor dan tercemar. Apalagi Rowo Jombor termasuk bagian Bayat heritage.

“Kita sangat mendukung rencana revitalisasi. Khususnya untuk upaya penyelamatan lingkungan di mana kondisi saat ini kadang kotor dan perlu ditata. Fungsi irigasi sebagai daya dukung baku pertanian harus dijaga. Apalagi Rowo Jombor termasuk Bayat heritage yang kita bersama dengan potensinya luar biasa. Mari kita dukung revitalisasi Rowo Jombor,” ujar Arif. Anis